Jakarta, KRsumsel.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan, jenazah Zetro Leonardo Purba selaku staf KBRI Lima yang meninggal akibat ditembak awal bulan ini direncanakan dapat segera dipulangkan ke Indonesia.
“Menurut rencana beberapa hari ke depan, diharapkan (jenazah Zetro) sudah dapat dipulangkan ke Indonesia,”kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha menjawab pertanyaan wartawan, Minggu (7/9).
Menurut Judha, KBRI Lima saat ini masih berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk proses pemulangan jenazah Zetro. Otopsi juga telah dilakukan terhadap jenazah staf KBRI Lima tersebut pada 2 September lalu.
Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A Mulachela pada Kamis (4/9) menyebut, KBRI Lima telah melakukan koordinasi intensif dengan aparat kepolisian Peru untuk mengawal proses investigasi demi mendapatkan motif dan mengetahui pelaku penembakan terhadap Zetro.
Baca juga: Jeslyn Hibur Pengunjung Ocean Light Bar and Resto Novotel Hotel
“Pihak kepolisian tengah melakukan berbagai upaya, termasuk dengan mengumpulkan bukti-bukti dan mengamankan rekaman kamera pengawas dari lokasi kejadian,”kata Nabyl dalam pernyataannya.
Pihak kepolisian di Lima sudah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan setempat untuk menyelidiki peristiwa ini dan juga telah memberi pengawasan dan penjagaan ekstra kepada keluarga Zetro.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Lima juga telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kemlu Peru untuk meminta supaya proses penanganan kasus ini mendapat atensi yang besar.
Zetro Leonardo Purba, Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima ditembak hingga tewas oleh orang yang tidak dikenal di dekat tempat tinggalnya pada Senin (1/9) waktu setempat.
Menurut laporan media setempat, staf KBRI tersebut meninggal setelah ditembak tiga kali oleh seorang yang tak dikenal beberapa meter dari tempat tinggalnya di wilayah Lince Lima.
Ia baru tiba di Peru untuk menjalankan tugasnya di KBRI lima bulan yang lalu. Ia sempat bertugas di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Melbourne.
Merespons kejadian itu, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta menyampaikan, pihaknya akan segera mengevaluasi skema perlindungan bagi para diplomat dan staf yang ditempatkan di luar negeri.(net)


















