PALEMBANG, KRsumsel.com – Sebanyak 24 orang remaja yang diduga terlibat langsung dalam kericuhan aksi, Minggu (31/8/2025) dini hari ditangkap.
Selain menangkap para remaja, aparat juga menyita belasan unit sepeda motor yang digunakan untuk konvoi.
Hingga Minggu pagi, seluruh pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Ditreskrimum Polda Sumsel.
Pantauan wartawan, pemeriksaan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB di beberapa ruang Subdit Ditreskrimum. Namun, jurnalis dilarang mengambil gambar para pelaku.
Baca juga: Mahasiswa UPI Bandung jadi Korban Penusukan OTK di Tengah Demo
Untuk informasi lebih lanjut silakan tanya Kabid Humas,” ujar seorang polisi yang berjaga di pintu masuk gedung.
Tim DVI Polda Sumsel juga terlihat memasuki gedung, dikabarkan untuk melakukan tes urine terhadap 42 remaja tersebut.
Aksi anarkis ini bermula sekitar pukul 02.35 WIB, saat ratusan sepeda motor melintas konvoi di sejumlah titik krusial.
Massa kemudian merusak pagar DPRD Sumsel, menyerang pos polisi, hingga membakar dua pos yang berada di Simpang DPRD Sumsel dan kawasan Samsat Palembang (markas Ditlantas).
Tak hanya itu, sebuah mobil dinas lalu lintas yang terparkir di depan pos juga dirusak massa.
Situasi berhasil dikendalikan setelah aparat kepolisian dengan atribut lengkap diperkuat personel TNI dari Kodam II Sriwijaya turun ke lokasi.
Tim Jatanras Polda Sumsel pun turut bergerak dan berhasil mengamankan puluhan remaja yang diduga sebagai pelaku.
“Masih kita lakukan penyelidikan. Untuk keterangan resmi silakan ke Kabid Humas,” tegas Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, AKBP Tri Wahyudi.
Masih kita lakukan penyelidikan. Untuk keterangan resmi silakan ke Kabid Humas,” tegas Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, AKBP Tri Wahyudi.
Hingga kini, polisi masih mendalami identitas, motif, serta kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi dadakan yang diduga merupakan rangkaian anarkis berskala nasional tersebut.(Kiki)

















