Puluhan Wartawan di Banyuasin Kompak Tinggalkan Aula Polres, Protes Perlakuan Humas

oleh

KRSUMSEL.COM, Banyuasin – Suasana konferensi pers yang digelar Polres Banyuasin pada, Jumat (29/8) mendadak ricuh. Sebanyak 33 wartawan dari berbagai media, baik online, cetak, dari berbagai organisasi maupun elektronik, kompak meninggalkan Aula Polres Banyuasin saat kegiatan hendak dimulai.

Aksi walk out tersebut dipicu kekecewaan para jurnalis bertugas di Banyuasin terhadap pihak Humas Polres Banyuasin, yang dinilai lebih memprioritaskan wartawan dari luar daerah dibandingkan dengan wartawan Banyuasin sendiri. Perlakuan itu dianggap sebagai bentuk diskriminasi yang melukai perasaan wartawan lokal.

“Ini bentuk protes kami, karena merasa dianaktirikan. Padahal kami yang sehari-hari meliput kegiatan Polres di Banyuasin,” tegas Deni Arianto, wartawan media online MarahPutih.co.Id yang menjadi salah satu juru bicara dari aksi spontan tersebut.

Menurutnya, pihak humas terkesan tidak menghargai keberadaan mereka. “Kami selama ini sudah berperan besar, dalam menyebarluaskan informasi mengenai kinerja Polres Banyuasin, ” jelasnya.

Ironinya juga, salah satu anggota humas bernama Dwi sempat menyampaikan ucapan, yang dinilai merendahkan martabat wartawan lokal.

“Biarlah media dari Banyuasin nak pegi. Ada rekan media yang lain yang mau memberitakan pers rillis hari ini,” cetus Dwi humas Polres Banyuasin.

Sementara itu, beberapa jurnalis juga menyebutkan jika perlakuan diskriminatif semacam ini. Sudah mencederai hubungan baik antara Polres dan insan pers yang selama ini terbangun cukup harmonis. Sikap arogansi tersebut bisa menimbulkan jarak dan ketidakpercayaan di kemudian hari.

Aksi meninggalkan aula dilakukan serentak sebagai bentuk peringatan agar pihak Polres, khususnya bagian Humas, segera melakukan evaluasi dan perbaikan dalam pola komunikasi. Para wartawan menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, menolak diperlakukan tidak adil di rumah sendiri.

Para jurnalis berharap, agar Kapolres Banyuasin segera turun tangan, untuk menertibkan kinerja Humas. Pers adalah pilar ke empat demokrasi adalah mitra strategis aparat penegak hukum dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sehingga sudah sepatutnya dijalin hubungan yang setara, saling menghormati, dan profesional.(YAN)