RSUD Rejang Lebong Alihkan Pelayanan Cuci Darah ke RS M Yunus Bengkulu

oleh

Rejang Lebong, KRsumsel.com – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu mengalihkan pelayanan hemodialisa untuk pasien cuci darah di tempat itu ke RS M Yunus Kota Bengkulu.

“Mulai hari ini layanan hemodialisa dihentikan untuk sementara lantaran terkendala masalah teknis. Pasien cuci darah ini kami fasilitasi untuk melakukannya di RS M Yunus Bengkulu,”kata Plt Direktur RSUD Rejang Lebong Nova Frisca Elianti di Rejang Lebong, Sabtu (19/7).

Dia menjelaskan, pengalihan pelayanan untuk pasien yang akan melakukan cuci darah tersebut dilakukan rumah sakit milik Pemprov Bengkulu. Untuk memudahkan para pasien ini pihaknya juga telah menyiapkan kendaraan bagi pasien dan keluarganya.

Selain itu keluarga pasien ini juga disiapkan penginapan di Mes Pemda Rejang Lebong yang berada tidak jauh dari RS M Yunus di Kota Bengkulu.

Baca juga: 100 Peserta Didik Sekolah Lansia di Bangka Belitung Diwisuda 

“Untuk layanan hemodialisa di RSUD Rejang Lebong ini kami upayakan dalam waktu satu minggu ke depan sudah kembali normal, sehingga para pasien ini bisa kembali melakukannya di RSUD Rejang Lebong,”kata dia.

Glamoria (45) salah seorang pasien hemodialisa atau HD di RSUD Rejang Lebong mengatakan, puluhan pasien hemodialisa dan keluarganya pada hari itu mendatangi manajemen RSUD Rejang Lebong karena adanya penghentian pelayanan cuci darah yang dilakukan secara tiba-tiba.

“Pasien HD berkumpul untuk menyampaikan keluhan kita karena kemarin ada permasalahan, karena rumah sakit kita kehabisan bahan habis pakai atau BHP untuk proses hemodialisis, jadi kami harus mencari rumah sakit HD traveling masing-masing sehingga kami panik,”kata Glamoria.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga pasien jika di RSUD Rejang Lebong saat ini BHP memodialisa hanya cukup untuk pasien Jumat pagi, sedangkan pasien yang jadwal selanjutnya harus mencari rumah sakit sendiri.

“Sudah ada pasien yang dapat rumah sakit lain, tetapi kebanyakan belum dapat karena rumah sakit lain seperti di Bengkulu, di Kabupaten Lebong bahkan di Palembang sudah penuh semua,”ungkapnya.(net)