DJ Hellent Monica Menjadi Mualaf Karena Kebersamaan

oleh
DJ Hellent Monica Menjadi Mualaf Karena Kebersamaan

Krsumsel.com – KRSumsel.com-Syaratu Magdalena yang lebih populer dengan nama DJ Hellent Monica mengawali di dunia entertainment sejak dari sekolah menengah pertama dengan mengikuti modeling, dancer, penyanyi yang akhirnya menjadi DJ sampai saat ini.

Saat dibincangi di Ocean Light Bar and Kafe Novotel Hotel Jl. R. Soekamto, Palembang mengatakan “Mulai dari pendidikan di Sekolah Menengah Pertama saya mengikuti modeling dan dancer, pada tahun 2005 jadi penyanyi sampai dengan akhir tahun 2017, kemudian pada tahun 2018 baru terjun sebagai seorang DJ sampai dengan sekarang ini” terangnya. Sabtu (04/03/23).

Dikatakannya, terjun sebagai penyanyi cukup lama di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), tapi pernah mendapatkan prestasi di dunia model sebagai Juara 3 Putri Merah Putih, harapan 1 Putri Bunga, Juara 2 Putri Citra dan masih banyak lagi yang lainnya.

Diakuinya, Nama Syaratu Magdalena yang dipakainya merupakan nama mualaf tapi yang melekat sampai sekarang tetap nama Hellent Monica

“Aku menjadi mualaf tahun 2020 saat Corona, pertama karena teman-teman ngumpul ku mayoritas muslim semua nya dan kedua pas Corona bertepatan bulan puasa teman-teman pada nginap di rumah, jadi suka sholat berjamaah, mereka sahur saya yang masakin yang akhirnya saya ingin menjadi mualaf dan masuk Islam, ketiga karena saya pengen ikut taraweh sama teman-teman dan sahur bareng dan buka puasa bareng dan lain-lain nya, kayaknya indah banget ngeliat mereka sholat berjamaah” terang dara cantik kelahiran Pontianak (Kalimantan Barat), 10 April 1989 ini.

“Waktu itu karena pas kebetulan Corona dan tidak ada kegiatan apa-apa, selain lingkungan dalam rumah, teman-teman juga curi-curi main kerumah, karena waktu itu masih lockdown dan tidak boleh berkerumunan. Alhamdulillah kita semua tidak ada yang kena Corona dan sampai saat ini diberikan kesehatan” ujar cewek cantik anak ke 8 dari 9 bersaudara dari kedua orang tua, ibu Banjarmasin di Kandangan Hulu Sungai Selatan dan Ayah Chinese Pontianak ini.

Lebih lanjut dikatakannya, saya dari dulu emang suka dengan alat musik dan bisa memainkan gitar, biola, drum sampai dengan gitar bass, pengen benar menjadi artis, tapi keburu tua.

“Saya baru pertama kali ke Kota Palembang, ternyata Palembang dan Banjarmasin hampir sama kotanya, ternyata semua makanan enak-enak, bikin berat badan menjadi naik dan orang nya ganteng-ganteng, perih mata ngeliat nya” ujarnya sambil melepas tawanya.

Saat ditanya seperti apa cowok yang disukai nya ia pun merespons dengan cepat “Saya suka cowok yang tinggi putih rapi, sama sombongnya, beuhh suka banget kalau sudah sombong tuch cowok, jadi ada tantangannya, apalagi kalau sudah berseliweran didepan mata” ujarnya lagi kembali melepas tawanya.

Iapun berharap kedepannya, mempunyai usaha sendiri aja lagi yang lebih menjanjikan sampai nanti berhenti di dunia malam.

“Di Banjarmasin aku udah ada usaha Cafe dan Butik, tapi ini pengen di bidang kuliner sich, yang jelas sesuai dengan hobby aku memasak dengan menu-menu yang ringan” pungkasnya. (edi)