Jakarta, krsumsel.com – Di saat banyak penyanyi muda pilih angkat tema percintaan, Elizabeth Tunggadewi mengambil jalur berbeda. Remaja berusia 15 tahun itu memilih menyuarakan isu lingkungan lewat mini album bertajuk Langkah Kaki Dewi.
Mengambil bantaran Sungai Ciliwung sebagai tempat perkenalan karya perdananya, Dewi menyebut lokasi ini sejalan dengan pesan yang ingin disampaikan.
“Selain lagu pop biasa, menurut aku penting juga kita dengerin lagu bertema lingkungan. Aku pengin banget Gen Z kayak aku tuh bisa dengerin lagu seperti ini,” ujarnya saat ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (7/5/2026).
“Terus pelan-pelan bangun kesadaran buat selalu menjaga alam. Jangan melulu soal cinta-cintaan terus, alam kita juga butuh disuarakan,” sambungnya.
Mini album Langkah Kaki Dewi sendiri berisi lima lagu, yakni Rumah Belajar Ciliwung Ceria, Langkah Kakiku, Cerita Bumi Pertiwi, Yuk Pilah Sampah, dan Teman Tapi Варег.
Bernuansa pop-jazz, salah satu lagu utamanya berjudul Langkah Kakiku bercerita tentang perjalanan Dewi menikmati alam.
“Lagu itu bercerita tentang perjalanan aku menjelajahi alam dan sungai sambil menikmati indahnya alam,” ujarnya.
Baginya yang juga pendiri Rumah Belajar Ciliwung Ceria, alam juga layak dapat perhatian dari generasi muda.
“Aku sengaja karena lagu-lagu di album ini genrenya lingkungan, dan momennya pas banget buat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia,” kata Dewi.
Mengilas balik perjalanannya menyuarakan isu lingkungan, Dewi bermula dari kegemarannya mengeksplorasi alam.
“Awalnya iseng ikut wisata air di sungai, dari situ ketertarikanku makin kuat. Aku mulai tuh eksplorasi komunitas, sampai akhirnya bikin sendiri Rumah Belajar Ciliwung Ceria,” tuturnya.
Mini Album Langkah Kaki Dewi sendiri kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital yang tersedia. Langkah kecilnya di industri musik ini pun diakui Dewi ingin terus berlanjut dan terus menyuarakan hal-hal baik.(*)














