Menurut Harry, kobaran api pertama kali di ketahui saksi mata bernama Agus (anak pemilik rumah) yang ketika ibu hendak pulang. Dari keterangan Agus api berasal dari bagian depan rumah.
“Saat hendak pulang saksi terkejut api sudah membakar bagian depan rumahnya. Lantas saksi berteriak sehingga masyarakat sekitar menuju sumber suara” jelas Herry.
Api pun dengan cepat membakar rumah korban yang notabene terbuat dari dasar kayu, setelah lebih kurang satu jam api dapat di padamkan dengan bantuan dua unit Mobil Pemadam Kebakaran Pemkab OI, dibantu masyarakat sekitar, TNI, Polri dan pihak lainya.
“Dua Unit mobil Damkar diturunkan untuk memadamkan api, Adapun kerugian ditafsir lebih kurang Rp 100 juta,” kata Kepala Damkar OI Dasri Jaya.
Kerugian itu terdiri dari material berupa perabotan rumah tangga, satu unit sepeda motor dan enam karung padi.(rul)


















