Nantinya, akan dibangun ruang serbaguna yang difungsikan sebagai ruang rapat hingga acara pernikahan. “Saya yakin dengan ekonomi digital kita bisa perluas peluang ekonomi masyarakat khususnya Cikeusik dan Pandeglang,” kata Sandiaga.
Adapun Rifa Ammarina mengemukakan bahwa Kampung Agrinex 100 persen berbasis lingkungan dengan membiarkan sampah bekas makanan buah dimasukkan ke dalam tanah agar tak menambah beban sampah lingkungan.
Selain itu daun-daun yang berguguran tidak pernah disapu, tetapi dimanfaatkan sebagai humus untuk tanaman.
“Alhamdulillah sekarang Kampung Agrinex sudah memproduksi 80 persen dari jenis buah yang kita tanam. Jadi kita tanam lebih dari 57 jenis buah dari seluruh Indonesia, dan alhamdulillah tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan kualitas yang baik,” ujar Menparekraf.(Anjas)













