Pontianak, KRsumsel.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, memusnahkan sebanyak 1.018 item yang terdiri makanan, obat-obatan, dan kosmetik ilegal dengan cara dibakar menggunakan mesin incinerator.
“Pemusnahan makanan, obat-obatan, dan kosmetik ilegal hasil pengawasan dan penyitaan kami sepanjang tahun 2020 hingga 2021,” kata Kepala BBPOM Pontianak, Fauzi Ferdiansyah di Pontianak.
Dia menjelaskan, sepanjang tahun 2020 hingga 2021 pihaknya menemukan sebanyak 53 kasus dengan temuan obat-obatan dan makanan ilegal, seperti tidak memiliki izin edar dan tidak memenuhi ketentuan lainnya.
“Dari hasil pengawasan tersebut, sebanyak 10 kasus ditindaklanjuti atau diproses hukum dan 43 kasus dilakukan pembinaan,” ujarnya.
Adapun barang yang dimusnahkan sebanyak 1.018 item (22.759 pcs), yang terdiri dari obat tradisional tanpa izin sebanyak 166 item (2.465 pcs bugarin, montalin), kemudian obat TIE 117 item (sebanyak 943 pcs, seperti Panadol Malaysia, obat pelangsing), suplemen tanpa izin edar 11 item (84 pcs), pangan tanpa edar 159 item (1.897 pcs seperti Milo Malaysia, Popo Maruku Ikan), kosmetik TIE 537 item (4.777 pcs seperti collagen, RDL), obat tradisional mengandung bahan kimia obat 28 item (12.592 pcs seperti Jamu Kunci Sejati, Jamu Dua Singa mengandung BKO dan telah dicabut izin edarnya Oktober 2021.



