“Kemudian rasio desa berlistrik di Kabupaten Muara Enim saat ini naik dari 94,23% menjadi 99,6% dengan rasio rumah tangga berlistrik sebesar 88%,” bebernya.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi cukup dinamis dengan rata-rata 6,7 persen, yang tahun lalu dalam situasi pandemi Covid-19 mengalami perlambatan menjadi 0,03%, dengan perkembangan APBD dari 1,06 trilyun rupiah menjadi 2,55 trilyun rupiah, dengan realisasi investasi lebih dari 9 triliyun rupiah.
“Tentu saja di usianya yang ke-75 tahun, banyak pencapaian yang telah raih, tapi juga harus kita akui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan dalam mewujudkan cita-cita pembangunan yang adil dan merata,” imbuhnya.
Terkait hal itu, khusus dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah masa pandemi ini, di tahun 2021 ini Pemkab Muara Enim telah menganggarkan dana sebesar Rp 71Milyar yang diperuntukkan bagi perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, subsidi pertanian, subsidi bahan pokok, kegiatan padat karya, bantuan sarana dan prasarana pangan, perkebunan, pertanian dan perikanan.
“Selain itu untuk dukungan pendanaan belanja kesehatan, termasuk insentif bagi tenaga kesehatan, Pemkab Muara Enim telah mengalokasikan anggaran sebesar 53 milyar rupiah, dan ditargetkan akhir tahun 70 persen vaksinasi guna mencapai Herd imunity,” ulasnya.













