Masyarakat, kata dia, hanya bisa melewati jembatan yang rusak dengan jalan kaki dan harus hati-hati saat melewatinya karena berbahaya.
“Aktivitas masyarakat jelas terganggu karena jalan satu-satunya tidak bisa dilewati kendaraan, hanya bisa dilewati dengan cara jalan kaki,” katanya.
Ia menyampaikan jajarannya sudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk memperbaiki jembatan yang rusak agar secepatnya bisa dilewati kendaraan.
Selain itu, lanjut dia, Dinas Sosial Kabupaten Garut sudah terjun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir.
“Dari Dinas Sosial sudah mulai bergerak, insya Allah dinas mendistribusikan bantuan,” katanya.
Selain menyebabkan kerusakan jembatan, banjir bandang juga telah menyebabkan dua rumah warga rusak ringan dan satu rumah rusak sedang, kemudian sawah siap panen rusak diterjang banjir.
“Hanya rusak rumah, dan jembatan, kalau korban jiwa tidak ada,” kata Satria.(Anjas)













