“Pemerintah pusat dan daerah memikul tanggung jawab utama mitigasi bencana, tetapi lembaga pemerintah lainnya, polisi, dan militer juga harus mendukung lembaga mitigasi bencana nasional dan daerah. Selain pemerintah, ketahanan dan partisipasi warga dalam mitigasi bencana. Upaya sangat penting, karena sebagian besar bencana terjadi di lingkup lokal, dan dukungan mereka terhadap upaya tersebut akan sangat membantu,” kata sekretaris utama.
Sementara itu, Pj Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Abdul Muhari mengingatkan, tidak ada perangkat yang bisa memperkirakan kapan akan terjadi gempa.
“Sejauh ini, belum ada teknologi yang dapat memprediksi waktu dan lokasi pasti gempa berikutnya, tetapi kami memahami bahwa gempa besar di masa depan akan berpotensi berpusat di selatan Pulau Jawa, karena zona megathrust seismik telah terdeteksi di sana,” dicatat Muhari.
Ia menghimbau kepada warga yang tinggal di daerah pesisir agar ingat untuk segera mengungsi ke daerah yang lebih tinggi jika gempa besar berlangsung selama 20-30 detik.
“Jika gempa terjadi selama 20-30 detik atau lebih, warga yang tinggal di wilayah pesisir harus mengungsi, karena gempa berpotensi menimbulkan tsunami. Kita harus mendorong mitigasi tsunami berbasis alam dengan menanam vegetasi di wilayah pesisir dan melindungi gumuk pasir yang bisa pecah. gelombang tsunami dan mengurangi kecepatannya,” kata kepala pusat bertindak. (Anjas)













