Menurut Dandi, meski hanya satu rumah yang terancam longsor, ia tetap mengingatkan warga untuk selalu waspada dan lebih baik mengungsi ke lokasi yang lebih aman, karena kondisi tanah semakin labil akibat hujan terus menerus.
“Tidak ada korban jiwa dalam bencana longsor ini, namun pemilik rumah merugi sekitar Rp200 juta karena harus keluar rumah untuk mengantisipasi longsor susulan,” katanya.
Ia mengatakan, wilayah yang menjadi tanggung jawabnya masuk dalam peta rawan longsor, sehingga pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan unsur Muspika Simpenan untuk melakukan berbagai antisipasi.(Anjas)













