Wagub DKI Akan Evaluasi Temuan Polisi Tentang Kecelakaan TransJakarta

oleh
Screenshot_2021-11-04-05-38-03-11_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap rekannya, J diketahui harus mengkonsumsi obat syaraf yakni Phenytoin dan obat darah tinggi Amlodipine.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan urine, pada saat kejadian korban tidak meminum obat syaraf yakni phenytoin sehingga mengakibatkan serangan epilepsi.

“Serangan tersebut dimungkinkan karena yang bersangkutan tidak minum obat saraf phenytoin yang terlihat tidak adanya kandungan phenytoin baik di urine maupun darah pengemudi dari hasil pemeriksaan labfor,” ujar Sambodo.

Berdasarkan tulisan Malcolm P Taylor dalam Managing Epilepsy, penyandang epilepsi mendapat batasan untuk melamar pekerjaan, baik itu secara hukum, oleh peraturan perusahaan, atau bahkan berdasarkan keputusan dari perekrut sendiri, sehingga menurunkan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia.

Terlebih, menurut Orrin Devinsky dalam Epilepsy: Patient an Family Guide, dengan adanya stigma sosial membuat para penyandang epilepsi semakin sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Banyak perusahaan tetap enggan memperkerjakan pengidap epilepsi, meskipun terbukti bebas serangan melalui pengobatan atau operasi.

Meskipun, berdasarkan penelitian Yayasan Epilepsi Indonesia, tidak sedikit dari mereka yang memiliki IQ di atas rata-rata, karena penyakit tersebut tidak berhubungan dengan IQ.(Anjas)