Menurut HD di bawah kepemimpinannya, Pemprov Sumsel berkomitmen menjaga kearifan lokal dengan menerbitkan Perda Nomor 2 Tahun 2021 tentang Arsitektur Bangunan Gedung Berornamen Jati Diri Budaya di Sumatera Selatan. Salah satunya untuk menggalakkan kembali ciri khas tanjak yang menjadi warisan budaya kebanggaan Sumsel baik untuk dipakai pada kegiatan kegiatan budaya maupun menjadi ornamen dalam bangunan gedung dan kantor pemerintahan.
Dalam kesempatan itu HD juga sekaligus mengundang Menteri Sandiaga Uno untuk hadir langsung pada penyelenggaraan event Grand Fondo untuk kali ketiga berturut-turut pada tanggal 14 November mendatang di Kabupaten OKU Selatan.
Kemeriahaan Festival Sriwijaya ini tak hanya disaksikan Menparekraf RI dan rombongan, dua duta besar Indonesia untuk Rumania M. Amhar Azeth dan Selandia Baru Tantowi Yahya juga tampak hadir secara virtual.
Selain membuka Festival Sriwijaya XXIX Tahun 2021 yang digelar 22-28 Oktober mendatang, Sandiaga didampingi Ketua Korwil Indonesia Council of Small Bussines (ICSB) Hj Samantha Tivanny HD juga tampak mengunjungi stand pameran ekonomi kreatif yang berada di sisi kiri gedung Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring.
Selain diisi dengan kegiatan pementasan pertunjukan seni dan budaya, festival ini juga diramaikan dengan talkshow dan workshop.serta jelajah kuliner.
Tampak hadir dalam pembukaan Festival Sriwijaya itu antara lain Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto, Kajati Sumsel M. Rum SH. MH, Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, Praktisi Event Internasional yang juga tokoh Sumsel Helmy Yahya, anggota DPRD Provinsi Sumsel M. Yaser dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan pemprov Sumsel.(****)













