BNI Siap Akuisisi Bank BUKU I-II Untuk Perkuat Segmen Digital

oleh
Screenshot_2021-10-18-09-17-01-31_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12

Adapun kriteria penting untuk langkah tersebut yaitu pemanfaatan teknologi yang cepat dan agile untuk mengembangkan produk dan layanan yang customer centric.

Sehingga, dibutuhkan pengkajian dan pertimbangan yang matang sebelum perseroan memutuskan untuk melakukan akuisisi tersebut.

Permodalan BNI saat ini sudah dalam posisi yang relatif solid dibanding akhir tahun lalu. Rasio kecukupan modal BBNI hingga Semester I 2021 masih terjaga dengan CAR 18 persen di atas ketentuan minimum 12 persen.

Untuk mengakuisisi suatu bank dengan biaya Rp 2 triliun-Rp3 triliun seharusnya bukanlah hal yang harus dikhawatirkan oleh BBNI. Ditambah lagi dengan penguatan modal yang telah dilakukan BBNI melalui penerbitan global bond pada tahun ini.

Di sisi lain kinerja keuangan BBNI juga menunjukkan adanya perbaikan. Berdasarkan laporan keuangan interim auditan perseroan per Juni 2021, laba bersih BBNI naik 12,8 persen year on year (yoy) menjadi Rp 5,03 triliun.

Kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan bunga maupun non-bunga lebih dari 15 persen yoy. Total dana murah (CASA) BBNI konsolidasian juga meningkat dobel digit hingga 11,5 persen yoy, seiring deposito yang menurun 8,7 persen yoy.