Akhir bulan lalu, Komite Teknis Bersama OPEC+ (JTC) mengatakan pihaknya memperkirakan defisit pasokan 1,1 juta barel per hari tahun ini, yang bisa berubah menjadi surplus 1,4 juta barel per hari tahun depan.
Kelompok ini secara bertahap mengurangi rekor pengurangan produksi yang dibuat tahun lalu dan beberapa analis memperkirakan bahwa aliansi akan memperluas produksinya ke tingkat yang lebih besar untuk mengekang harga.
Meskipun ada tekanan untuk meningkatkan produksi, OPEC+ khawatir bahwa gelombang global keempat infeksi COVID-19 dapat menekan pemulihan permintaan, sebuah sumber mengatakan kepada Reuters sedikit sebelum pembicaraan Senin (4/10/2021).
Melonjaknya harga gas alam global, yang dapat mendorong beberapa pembangkit listrik untuk beralih dari gas ke minyak, berarti harga minyak mentah kemungkinan akan tetap didukung meskipun mungkin ada kemunduran jangka pendek, kata Direktur Riset Pasar Tradition Energy, Gary Cunningham.
“Saya pikir akan ada beberapa aksi ambil untung … tetapi kita akan memasuki musim dingin dengan harga gas alam yang sangat tinggi,” kata Cunningham, menambahkan bahwa dia memperkirakan Brent akan menemukan dukungan di sekitar 80 dolar AS dan WTI pada pertengahan 70-an dolar AS.
Investor akan melihat data persediaan minyak mentah pada Rabu waktu setempat dari Badan Informasi Energi AS (EIA) untuk arahan lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah dan sulingan AS kemungkinan akan turun minggu lalu, sebuah jajak pendapat awal Reuters menunjukkan.(Anjas)













