“Tadi pagi pun, angin rata-rata kecepatannya mencapai 30 knot. Ketinggian gelombang masih rata-rata 1-1,5 meter,” ujar dia.
“Situasi ekstrem begini dari cuaca maupun gelombang, kendala alam itu pasti ada,” kata Hendra pula.
SAR Jakarta mengerahkan kapal patroli cepat jenis kapal tiup kaku (rigid inflatable boat/ RIB) nomor 01 dan 03 setelah menerima titik koordinat kapal yang terbalik di dermaga Pantai Mutiara.
“Jumlah personel di RIB 01 sebanyak empat orang, di RIB 03 juga empat orang. Total personel delapan orang,” kata Hendra.
Titik koordinat didapat pihaknya dari Kapal Motor (KM) Tanto Setia yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Belawan (Medan, Sumatera Utara) yang melihat langsung adanya kapal yang terbalik serta krunya yang mengapung dan hanyut di lokasi tersebut.
“Mereka (KM Tanto Setia) tidak melihat cahaya kembang api (flare), tapi langsung melihat ada kapal yang tenggelam,” kata Hendra.(Anjas)













