Upaya persuasif – seperti diskusi terbuka dan perekrutan relawan acara dari warga sekitar – juga telah dilakukan panitia untuk meredam potensi konflik dari wilayah sekitar venue.
“Dalam proses rekrutmen, kami juga melakukan pemeriksaan latar belakang yang melibatkan Badan Intelijen Negara dan kepolisian. Dari sekitar 17.000 calon relawan, sekitar 70 di antaranya tidak lolos penyaringan. Ini menunjukkan tingkat keamanan acara sudah cukup baik. ,” lanjut Letlora.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa aspek keamanan sangat penting dalam perhelatan multi-olahraga nasional yang digelar empat tahun sekali ini, karena juga bertujuan untuk menjaga harkat dan martabat negara.
Meski merupakan event tingkat nasional, sekitar 16 delegasi asing dari kawasan Asia Pasifik juga akan hadir untuk melihat bagaimana Indonesia melakukan event tersebut.
“Penyelenggaraan PON kali ini tidak hanya diukur dari seberapa sukses agenda olahraga, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa situasi kita benar-benar aman. Papua sebagai bagian dari Indonesia juga dapat mengadakan acara besar seperti ini,” kata ketua divisi. ditambahkan.(Anjas)













