Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita di Depok, Jumat, mengatakan data tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan balita selama Bulan Penimbangan Balita (BPB) pada Agustus 2020 di 38 UPTD Puskesmas.
Menurut dia, selama tahun 2020 dinas melakukan pengukuran tinggi badan pada 107.710 balita dan hasilnya menunjukkan 5.718 di antaranya mengalami stunting.
Ia menjelaskan pula bahwa pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi stunting, termasuk memantau pertumbuhan balita melalui kegiatan posyandu dan melaksanakan kegiatan posyandu keliling.
“Juga dilakukan pelayanan konseling gizi melalui whatsapp grup terhadap balita risiko tinggi di puskesmas. Pemberian makanan tambahan, lalu pelacakan kasus gizi dan validasi hasil pengukuran,” katanya.
Pada 14 Desember 2020, Gerakan Bersama Hayu Berantas Stunting (GBER HBRING) dicanangkan untuk meningkatkan sinergi dalam upaya penanggulangan stunting.(Anjas)















