Musim Pandemi Corona, Petani Ubi Kayu di PALI Masih Tersenyum

oleh -4 views

PALI, BP, KRSUMSEL- Meski ditengah gencarnya penanganan virus Covid-19 di berbagai daerah, namun petani Singkong atau Ubi Kayu di Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tetap tidak banyak berpengaruh. Bahkan mrmasuki bulan April saat ini juga bertepatan dengan musim panen pagi para petani Ubi Kayu

Seperi yang di ceritakan Meri Ismanto salah sorang petani Ubi Kayu alas Desa Benuang Kecamatan Talng Ubi Kabupaten PALI, denagn adanya Virus Corona atau Covid 19, malah membuat dirinya lebih memilih berdiam diladang kebun Ubi Kayu milikya, sebagi betuk pecegahan Virus Covid 19, apa lagi saat ini masa musim panen ubi kayu telah tiba
Tidak hanya itu hasil dari kebun Ubinya miliknya cukup memuaskan. Karena umbi ubinya cukup super panjanya bisa mencapai 1 meter bahkan lebih untuk satu ubinya, apa lagi dalam satu batang atau rumpun bisa menghasilakn 10 hingga 20 Kg perrumpun. Harganya juga tidak mengecewakan, karena harga di tingkat petani juga melonjak yang sebelumnya, hanya Rp1.500 sampe 2.000 per kilogram kini bisa Rp 2.500 hingga 3.000 per kilogramnya.
“Jika kawan kawan pada sibuk dengan pencegahan Covid-19, tapi kami petani masih bisa tersenyum karena hasil panen cukup memuaskan dalam satu batang atau rumpun kami bisa menghasilakn 10 hingga 20 Kg perrumpun. Dan tidak kala bahaginya lagi harga yang meningkat, sebelumnya, hanya Rp1.500 sampe 2.000 per kilogram kini bisa Rp 2.500 hingga 3.000 per kilogramnya.” Kata Meri Ismanto.
Meri juga mengatakan sebagi petani Ia tidak ambil pusing dan tidak banyak merasakan terdampak dengan wabah virus ini, dan Ia berharap Virus Corona cepat berlalu, Alhamdullilah karena usia masa tanamnya selam 6 bulan sudah memasuki masa panen. Sehingga tidak banyak lagi membutuhkan biaya, kecuali biaya panen saja. 
“Alhamdulliah meski ditengah gencarnya penanganan virus Covid-19 di berbagai daerah, kita tetap bersyukur, karena kebun ubi kayu kita memasuki usia panen. Sehingga tidak banyak lagi membutuhkan biaya, kecuali biaya panen saja. Dan pembeli langsung abil di kebun, jadi kita tidak terlalu rebet.” Pungkasnya (Hab)