Warga Penghuni Komplek TNI Pintu Besi Plaju Menolak Pengosongan Rumah

oleh -4.701 pembaca

PALEMBANG,KRSumsel.com – Forum komunikasi putra putri purnawirawan (FKPPI) dan putra putri TNI-Polri di Jalan Pintu Besi menolak keras atas pengosongan rumah di komplek TNI perumahan Pintu Besi Plaju.

 

Tim Pengacara Penyelesaian komplek warga perumahan Pintu Besi, Kurniadi mengatakan proses komplek perumahan di Jalan Pintu Besi ini masih belum ada legalitas hukumnya.

 

“Maka kami selaku lawyer Pintu Besi yang ditunjuk oleh warga meminta kepada Pangdam II Sriwijaya khususnya supaya tidak melakukan melanggar hukum karena untuk melakukan pengosongan harus ada kepastian hukum terlebih dahulu,” katanya, Selasa (15/6/2021).

 

Karena belum adanya keputusan hukum atau legalitas hukum maka warga komplek perumahan Pintu Besi masih tetap bertahan dan tidak mengosongkan rumah rumah yang didiami.

 

“Kami selaku lawyer ingin memastikan proses hukumnya sebelum Pangdam melakukan proses pengosongan yang dianggap aset ini. Supaya ada kepastian hukum yang berkekuatan tetap artinya harus ada inkrah dulu baik secara legalitas formal keputusan pengadilan ataupun keputusan secara administrasi,” beber Kurniadi.

 

Ketika belum ada keputusan resmi maka proses hukum masih berjalan, maka masyarakat masih berhak untuk menempati dan berdomisili di tempat ini dan tidak diusir secara semena mena.

 

“Masa katanya ingin menegakkan hukum ada surat edaran dari Mabes tapi kan harus juga mempertimbangkan apakah benar benar menegakkan hukum atau menabrak hukum. Bahwa jelas menurut kami sebagai lawyer hal ini adalah jelas menegakkan hukum tapi melanggar persturan hukum,” ucapnya.

 

Ketua tim penyelesaian permasalahan tukar guling komplek perumahan Pintu Besi, Andi Gunawan mengatakan warga sudah mendapatkan surat edaran perihal penekanan terhadap rumah rumah yang ada di Pintu Besi.

 

“Di pintu besi ada 7 rumah yang disuruh mengosongkan. Kami berharap Kodam maupun TNI harus realistis jadi tukar guling di Pintu Besi ini kan masih diproses jadi belum ada keputusan final” kata Andi.

 

Sementara itu, terlihat puluhan warga di komplek perumahan Pintu Besi membawa spanduk bertuliskan “Kami tidak ada rumah, mau tinggal dimana? (Kiki)