Warga Kabupaten PPU Pelopori Budi Daya Lalat Hitam

oleh -148 pembaca

Penajam, KRsumsel.com – Wantono Mustofa, ayah empat anak yang tinggal di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), daerah yang ditetapkan sebagai calon Ibu Kota Negara baru, mempelopori budi daya lalat hitam hingga kemudian dibina oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur.

 

“Awalnya hanya coba-coba budidaya lalat hitam untuk memproduksi maggot, sampai kemudian Januari tahun ini mendapat bantuan pembuatan rumah maggot dari Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT),” ujar Wantono di Penajam, Selasa.

 

Ia bersyukur karena maggot (belatung) yang ia produksi dari rumah maggot tersebut sudah bermanfaat, baik bermanfaat berupa hasil penjualan, dijadikan tempat belajar produksi maggot, hingga sejumlah teman yang sekedar minta untuk bibit.

 

Magot yang diproduksi oleh Kelompok Himpuli di Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kalimantan Timur tersebut ternyata banyak peminatnya, yakni pembeli akan menggunakan maggot untuk pakan ikan maupun pakan burung.

 

Harga jual maggot di lokasi ini adalah Rp15 ribu per kilogram untuk maggot basah, kemudian Rp10 ribu per kemasan isi 50 miligram untuk maggot kering.

 

“Selama ini pembeli lebih suka yang magot basah. Sedangkan kemasan maggot kering ini hanya coba-coba saja mengemas, siapa tahu ada yang minat. Maggot ini diproduksi Kelompok Himpuli bekerjasama dengan Hidayatullah dan Kelompok Maggot Lestari, saya hanya sebagai penggerak,” katanya.