Trump Sebut Ledakan Beirut Terindikasi Serangan Bom, Pentagon Bantah

user
budiman 05 Agustus 2020, 08:36 WIB
untitled

Washington DC, KRSumsel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim para jenderal AS memberitahunya bahwa ledakan besar yang mengguncang Beirut, Lebanon, terindikasi sebagai serangan bom. Namun para pejabat Departemen Pertahanan AS (Pentagon) membantah klaim Trump itu.

"Itu tampak seperti serangan yang mengerikan," sebut Trump dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Rabu (5/8/2020).

"Itu terlihat seperti itu, berdasarkan ledakannya. Saya bertemu dengan beberapa jenderal besar kita dan mereka sepertinya merasa begitu," imbuhnya, merujuk pada indikasi serangan.

"Itu semacam bom, iya," tegasnya kepada wartawan.

Saat dimintai tanggapan soal pernyataan Trump, juru bicara Pentagon hanya menjawab: "Kami tidak punya apapun untuk Anda. Anda harus menghubungi Gedung Putih untuk meminta klarifikasi."

Namun tiga pejabat Pentagon menyampaikan bantahan kepada CNN pada Selasa (4/8) malam waktu AS. Ketiga pejabat Pentagon yang enggan disebut identitasnya itu menegaskan tidak ada indikasi bahwa ledakan besar di Beirut merupakan sebuah serangan.

Para pejabat Pentagon itu menyatakan mereka tidak memahami apa yang dimaksud Trump soal indikasi serangan itu.

Salah satu pejabat Pentagon ini menekankan bahwa jika memang ada indikasi serangan dengan skala sebesar itu, maka secara otomatis akan memicu peningkatan perlindungan bagi tentara AS dan aset-aset AS yang berada di kawasan tersebut.

Ditegaskan pejabat Pentagon ini bahwa situasi-situasi itu tidak terjadi, setidaknya untuk saat ini.

Sementara itu, otoritas Lebanon tidak menyebut ledakan besar di Beirut sebagai sebuah serangan. PM Lebanon, Hassan Diab, sebelumnya menuturkan bahwa ada 2.750 ton pupuk pertanian amonium nitrat yang disimpan selama bertahun-tahun di dalam gudang pelabuhan yang mengalami ledakan hebat tersebut.

Kepala Dinas Keamanan Publik Lebanon, Abbas Ibrahim, menyebut 'material berdaya ledak tinggi' yang disita beberapa tahun sebelumnya, disimpan di gudang yang dilanda ledakan. Penyebab pasti dari insiden ini masih dalam penyelidikan.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa ledakan besar ini dilaporkan menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai sekitar 3.700 orang lainnya.(*)

SUMBER

Kredit

Bagikan