Tawarkan Proyek Normalisasi Sungai di OKI, Wanita ini Diduga Tipu Pemborong

user
elisa 04 Agustus 2022, 16:04 WIB
untitled

PALEMBANG, KRsumsel.com -  Modus penipuan proyek yang dilakukan Seorang wanita berinisial HK (31), warga Desa Sumber Hidup, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten OKI.

Ia ditangkap anggota Unit Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang,ia dijemput paksa dari rumahnya, Rabu (3/8), sekira pukul 16.00 WIB, lantaran melakukan penipuan terhadap seorang pemborong, Alberto Einsten Dendi (39), warga Jalan Istana, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Kejadiannya berawal ketika tersangka HK bertemu dengan korban di Jalan OPI Raya, Perumahan Casandra Blok H7, Kecamatan Jakabaring Palembang,pada Minggu 14 November 2021, sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, tersangka yang berstatus karyawan swasta tersebut, menawarkan kepada korban proyek normalisasi sungai pada Dinas PUPR Kabupaten OKI.

Untuk bisa mendapatkan proyek normalisasi sungai yang berlokasi di Desa Gajah Mati tersebut, korban diminta mentransfer uang terlebih dahulu ke rekening pelaku sebesar Rp 100 juta.

Setelah uang ditransfer dan menunggu selama tiga bulan tidak ada kejelasan , korban pun mencari tahu tentang kebenaran proyek tersebut.

Namun, proyek yang dijanjikan pelaku tersebut tidak ada. Sehingga korban membuat laporan tentang tindak pidana penipuan di SPKT Polrestabes Palembang.

Dalam pemeriksaan, tersangka HK mengakui perbuatannya telah melakukan penipuan terhadap korban.

“Iya pak, saya melakukan penipuan terhadap korban,”katanya tertunduk lesu.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mochamad Ngajib melalui Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, membenarkan penangkapan terhadap pelaku penipuan tersebut.

“Benar, pelakunya seorang perempuan. Dia ditangkap berdasarkan laporan dari korban,” ujarnya, Kamis (4/8/2022).

Selain pelaku, kata Tri, anggota Pidum juga berhasil menyita barang bukti berupa satu rekening koran BCA, dan satu lembar surat Dinas PUPR Kayu Agung.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 378 KUHP tentang perkara tindak pidana Penipuan" pungkasnya.(****)

Kredit

Bagikan