‘Suburkan’ Bisnis Bunga di Tengah Pandemi Covid-19

user
adminoke 29 April 2020, 15:00 WIB
untitled

PALEMBANG, KR Sumsel – Bencana pandemi virus korona baru (covid-19) sudah banyak memberikan dampak luas bagi masyarakat. Bukan hanya kesulitan dari segi ekonomi masyarakat, namun disegala sektor di Tanah Air.

Bahkan sektor bisnis, baik bisnis besar hingga usaha mikro, kecil dan menengah pun ikut terdampak. Termasuk usaha bunga bunga atau florist pun kini terseret dalam pusaran bencana tersebut. Rahmi Donadia, 29 tahun, pemilik Amy Florist mengatakan, usaha yang dirintis sejak satu tahun lalu sedang berkembang pesat.

Namun ditengah berkembangnya bisnis bunga buket itu, cobaan adanya bencana covid-19 ini, membuatnya harus bersabar. “Pandemi ini sangat berdampak bagi bisnis bunga buket ini, bisnis yang saya rintis dengan sistem pemesanan online ini sekarang diuji dengan adanya pandemi ini,” kata Rahmi.

Diakui Rahmi, meski pemesanan bunga buket tidak sebanyak hari normal sebelum ada pandemi, namun ia menyebutkan, pemesanan bunga buket masih terbilang banyak. “Memang tidak seramai di hari normal, tapi alhamdulillah, masih banyak relasi dan pemesanan online yang masuk,” ujarnya.

Menurut anak ketiga dari 5 bersaudara itu, dengan adanya pemesanan bunga ini tidak membuatnya harus menutup usahanya ditengah pandemi. Ia tetap melakukan aktivitas bisnis seperti biasa meski tidak sesibuk dihari-hari normal.

“Biasanya sehari pemesanan untuk bunga buket bisa sampai 10. Saat ini masih ada pemesanan, tapi paling tidak 3 pesanan saja. Jadi bisnis tetap jalan, walau tidak sesibuk biasanya,” kata dia. Rahmi mengatakan, usaha bunga buket ini merupakan peluang menjanjikan baginya, karena keuntungan bisa didapat dari bisnis ini.

Apalagi saat ini kemudahan pemesanan bunga melalui online menjamur, sehingga pelanggan tidak perlu repot memesan bunga buket. “Kami memasarkan bunga buket di berbagai media sosial, seperti whatsapp, instagram, line dan lainnya. Kami juga melakukan endorse kepada teman-teman yang merupakan selebgram. Jadi pemasaran bunga buketnya semakin meluas dan banyak yang pesan,” ujarnya.

Ia meyakini setelah pandemi mereda, bisnisnya akan kembali hidup dan berjaya. Diceritakan gadis berhijab itu, pemesanan bunga buket bukan hanya dari perseorangan, namun cukup banyak juga perusahaan-perusahaan yang memesan padanya. Ia menyediakan beragam bunga hias, baik lokal maupun impor.

“Saya mengambil bunga-bunga ini dari suplaier  Jakarta dan Bandung. Pemesan bisa memesan bunga apapun sesuai dengan request-nya,” ujar Rahmi yang merupakan warga Kalidoni, Palembang.

Selain memastikan bunga buket dikemas menarik dan indah, Rahmi juga memastikan kualitas bunga buket itu. Ditambah lagi, harga dari bunga buket yang terbilang cocok dengan kantong-kantong pelanggan.

“Harganya bervariasi, mulai dari Rp100.000 sesuai dengan request pelanggan,” ucapnya. Bunga buket ini, kata dia, cocok untuk berbagai kebutuhan, baik hadiah untuk pacar atau istri, dekorasi, launching produk, bahkan ada juga untuk ucapan duka cita.

Untuk mengembangkan produknya, Rahmi kini juga mulai merambah pemasaran dengan aplikasi dan akun situs online. “Alhamdulillah, kami mendapat pesanan bunga buket bukan hanya dari masyarakat di Palembang atau Sumsel saja. Tapi juga dari provinsi lain,” tandasnya. (yuyun)

Kredit

Bagikan