Sidang Perdana Anak Kandung Gugat Ibu Soal Tanah, Ditunda PN Pangkalan Balai

user
adminoke 16 Juli 2020, 20:33 WIB

BANYUASIN, KRSumsel.com - Sidang Perdana perkara perdata diduga jual beli tanah waris digelar PN Pangkalan Balai. JL. HM. Asyik Aqil KM 16 Kel. Sukajadi Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin. Kamis (16/7/2020).

Ibu Daminah Binti Syahabudin di ketahui digugat ketiga anak dan satu cucunya lantaran menjual tanah untuk menyambung hidup di usia senja.

Dalam perkara tersebut dihadiri langsung oleh Ibu Daminah sebagai tergugat.

Sementara itu para penggugat yang tidak lain adalah anak-anak Kandung serta cucu dari tergugat yaitu Penggugat I Herawati Binti Aflaha Kasim, Penggugat II Muhammad Oktaviansyah Bin Abdul Ghani, Penggugat III Mila Kayoarina Binti Aflaha Kasim serta Penggugat IV Afrillina Binti Aflaha Kasim tidak hadir diwakili Kuasa Hukumnya yakni Redho Junaidi SH MH, Achmad Azhari SH, Marta S.A Hutabrat SH, MH dan Tara Pebri Ramadan SH. MH.

Sidang yang di Ketua Majelis Hakim Muhammad Alwi, ditunda satu pekan kedepan lantaran terkendala dengan surat Kuasa dari pihak tergugat.

Sementara Hj. Daminah ketika dibincangi menuturkan bahwasanya tanah seluas 5.531 MP tersebut betul miliknya.

"Saya menjual tanah tersebut lantaran buat berobat dan kebutuhan makan sehari-hari, utang merekapun tidak dibayar apalagi ngasih uang cuma-cuma," tuturnya pada awak media.

Nek Daminah yang berumur 78 tahun tersebut, hanya berharap dengan hakim memberikan keputusan seadil-adilnya dan berharap mereka (anak - anak dan cucu) sadar dengan perbuatan mereka.

"Aku berharap hakim ngasih keputusan seadil-adilnya dan supaya mereka sadar dengan perbuatan mereka. Kepada Panitera. Sembari Nek Daminah menunjukan Bukti bahwasanya Keempat anak tersebut sudah dihibahkan tanah masing-masing 750 MP. Pada 15 Desember 2020 dengan No. 106 s/d 109/PH/BA.III/2014 Seluas Lebih Kurang 750 MP," tegasnya.

Demi menyajikan keberimbangan berita awak media mencoba mewawancarai pengacara Penggugat namun sayang tidak berhasil, dikarena telihat terburu - buruh meninggalkan PN Pangkalan Balai seusai keluar ruang persidangan.(Yan)

Kredit

Bagikan