Mantan Gubernur Sumsel Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

user
elisa 22 September 2021, 20:00 WIB
untitled

PALEMBANG, KRsumsel.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Rabu (22/9/2021), resmi merilis tiga tersangka baru dalam penanganan perkara dugaan korupsi dana hibah Masjid Sriwijaya Palembang tahun 2015-2017, yakni Alex Noerdin, Muddai Madang serta Laonma P Lumban Tobing.

Dengan penambahan tiga tersangka tersebut, berarti sudah sembilan orang yang sebagian besar adalah mantan petinggi dilingkungan Pemprov Sumsel ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Berdasarkan data dihimpun, empat tersangka dalam jilid pertama yakni Eddy Hermanto mantan Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya, Dwi Kridayani KSO PT Brantas Abipraya - Yodya Karya, Syarifudin Ketua Panitia Lelang Pembangunan Masjid, Yudi Arminto Projek Manager PT Brantas Abipraya, saat ini telah disidangkan dengan pembuktian perkara di Pengadilan Tipikor Palembang.

Kemudian dalam perkara ini, Kejati Sumsel kembali menetapkan dua tersangka lagi yakni mantan Sekda Sumsel Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi mantan Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel, yang saat ini baru akan memasuki proses persidangan.

Lalu yang terakhir, yakni mantan Gubernur Sumsel dua periode Alex Noerdin, mantan ketua KONI Sumsel Muddai Madang serta mantan kepala BPKAD Sumsel yang juga terpidana kasus korupsi dana hibah Bansos, Laonma L Tobing, turut dijadikan tersangka dilakukan di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

"Khusus tiga tersangka baru tersebut dirilis langsung dari Kapuspen Kejagung RI," ungkap Khaidirman dihadapan awak media.

Untuk status penahanan, kata Khaidirman, ketiganya tidak dilakukan penahanan dikarenakan beberapa waktu lalu, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung RI dalam perkara yang lainnya. Bahkan salah satu tersangka Laonma L Tobing masih menjalani masa hukuman (narapidana) kasus korupsi Bansos Sumsel tahun 2013.

"Selanjutnya, ketiga tersangka tersebut kita jerat sebagaimana diatur dalam diancam dalam Pasal pasal 2 atau 3, Undang-undang RI No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi," ujar Khaidirman.

Adapun peran ketiga tersangka berdasarkan rilis Kejagung RI, tambah Khaidirman yakni Alex Noerdin selaku gubernur Sumsel telah menyetahui dan memerintahkan penganggaran Dana Hibah dan pencairan tanpa melalui proposal terlebih dahulu.

Sedangkan peran Mudai Madang, yakni penerima dana hibah yang seharusnya hanya untuk daerah Sumsel saja, namun diterimanya di luar sumsel yang informasinya di rumah mudai Madang di Jakarta.

Sementara, untuk peran Laonma L Tobing yakni kala itu mencairkan dana hibah tidak sesuai proseduralnya selaku kepala BPKAD kala itu.

Sebagaiaman diketahui, alokasi dana pembangunan Masjid Sriwijaya itu menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun anggaran 2015 dan 2017 sebesar Rp.130 miliar.

Dana tersebut, diperuntukkan untuk penimbunan lokasi serta konstruksi beton sampai atap.(Kiki)

Credits

Bagikan