Rapat di Hotel Mewah Batal, Ini Tanggapan Masyarakat Banyuasin

user
elisa 24 September 2021, 20:46 WIB
untitled

BANYUASIN.KRSumsel.com - Rapat anggota DPRD Banyuasin di hotel Santika Bandara Palembang, Kamis (23/9/21) malam dikabarkan batal dilaksanakan.

Padahal, sejumlah anggota dewan sudah datang ke hotel mewah berkelas bintang lima tersebut. Ballroom serta fasilitas lainnya yang sudah dipesan pun terkesan mubazir (sia-sia).

Jika agenda rapat anggota dewan tersebut dalam rangka memberikan masukan dan koordinasi Pra-Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran- Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kabupaten Banyuasin Tahun 2022.

Surat yang beredar tersebut ditujukan kepada Pimpinan DPRD bersama dengan Pimpinan Fraksi- Fraksi DPRD Kabupaten Banyuasin. Surat resmi itu ditandatangani Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan.

“Rapat malam tadi kumpul internal Bae. Tapi rapatnyo dak jadi,” kata Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan dikonfirmasi Media Ini, Jumat (24/9/21).

Ditanya soal apakah rapat itu untuk membahas masalah anggaran. Irian tidak begitu menjelaskan. “Belum jadi cuman ngobrol Bae,” katanya

Ketika ditanya alasan terkait tiba-tiba rapat dibatalkannya pun tidak dijawab.

Terkait hal itu, masyarakat Banyuasin menyayangkan ulah wakil rakyat memilih rapat di hotel bintang lima tersebut. Padahal, fasilitas yang dimiliki wakil rakyat ini cukup lengkap.

“Apa kurangnya di Banyuasin, di DPRD Banyuasin juga punya ruang rapat yang mewah tak kalah dengan hotel. Kenapa mesti harus rapat di hotel, parahnya lagi ini kan masih pandemi, semua disuruh berhemat anggaran,” kata Yandi, warga Banyuasin.

Menurutnya, dengan batalnya kegiatan agenda rapat itu juga terkesan mubazir. Anggaran sudah dikeluarkan untuk membooking ballroom serta fasilitas lainnya.

“Walaupun dibatalkan inikan juga mesti dibayar, biaya makanan tempat dan lainnya. Ini sangat melukai hati rakyat, dimana banyak anggaran dinas dipangkas, banyak THL belum digaji,” katanya.

Hal yang sama juga diutarakan Darsan, pihaknya berharap agar para wakil rakyat peka terhadap situasi saat ini, jangan hanya mementingkan perut sendiri.

“Manfaatkan lah fasilitas yang ada, ingat fasilitas yang ada gunakan itu asalnya dari rakyat, jadi bekerja untuk rakyat,” harapnya.

Aktivis Banyuasin ini pun menyoroti kegemaran para pejabat Banyuasin yang suka melakukan kegiatan di Hotel-hotel mewah di luar Banyuasin.

“Disaat SKPD diminta mengencangkan ikat pinggang, justru Wakil rakyat yang sukses menghamburkan uang rakyat,” tutup dia.

“Apa faedah nya rapat di Palembang, di Hotel pula tidak ada PAD Banyuasin yang dihasilkan di sini, justru dinikmati orang luar Banyuasin,” pungkas dia. (Yan)

Kredit

Bagikan