Polres OKU Belum Ketahui Motif IRT yang Tewas di Dapur

user
adminoke 22 Mei 2022, 23:23 WIB
untitled

OKU, KRSUMSEL.com - Misna (42), Ibu rumah tangga (IRT) yang ditemukan tewas tergeletak pada Kamis sore (19/5) dan membuat heboh warga Desa Sumber Bahagia, diduga kuat jadi korban pembunuhan.

Namun, motif tewasnya IRT warga Blok H, Dusun IV, RT 14, Desa Sumber Bahagia, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU, belum diketahui.

Kapolres OKU, AKBP Danu Agus Purnomo melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Syafarudin, mengungkapkan dari hasil olah TKP yang dilakukan anggota Polsek Lubuk Batang serta Tim INAFIS Polres OKU dan hasil pemeriksaan saksi – saksi, kuat dugaan korban tewas dibunuh. Lantaran ditubuh korban ditemukan beberapa luka sayatan.

“Kita telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi diantaranya Agus Susanto (suami korban) dan Budi Sumarso (adik ipar korban) serta melihat kondisi mayat yang banyak mengalami luka diantaranya satu luka bacok pada bagian kepala bagian belakang, dan lima luka sayat dibagian punggung belakang,” ungkap Kasi Humas. Jumat siang (20/5).

Dari keterangan saksi kepada polisi, lanjut AKP Syafarudin, pada saat kejadian suami korban sedang tidak berada di rumah. Lalu, sekitar pukul 16.00 WIB, suami korban pulang dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergeletak bersimbah darah.

“Saat kejadian, suaminya sedang ke Koramil untuk mengambil bantuan. Nah, saat pulang suaminya masuk lewat pintu belakang yang memang sudah dalam keadaan terbuka. Dia (suami korban) lalu memanggil istrinya namun tak ada respon lalu suaminya pergi kedapur dan melihat ceceran darah dan mendapati istrinya sudah terkapar,” jelasnya.

Sementara dari keterangan saksi lain (Budi Sumarso) dirinya mengaku mendengar suara suami korban memanggil istrinya dan tak lama berselang suami korban datang kerumah Budi untuk meminta pertolongan.

“Barulah keduanya melapor kepada Kepala Desa. Di TKP kita amankan barang bukti Satu bilah senjata tajam jenis parang yang bersimbah darah. Mohon dukungan masyarakat OKU semoga kasus ini bisa segera terungkap,” pungkas Syafarudin. (****)

Kredit

Bagikan