Ini Pesan Kasat Res Narkoba Muara Enim, Terkait Kasus Narkoba

user
elisa 07 Juli 2022, 21:45 WIB
untitled

MUARA ENIM, KRSumsel - Sedikitnya 80 persen dari Laporan (LP) kasus Narkoba di Sat Res Narkoba Polres Muara Enim adalah pemakai bukan pengedar. Jenis Sabu masih mendominasi para pemakai narkoba.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Muara Enim, AKBP Aris Rusdiyanto melalui Kasat Res Narkoba AKP Burnani saat ditemui awak media, Kamis (7/7/2022).

"Di tahun 2022 ini mulai Januari hingga awal juli berjalan, total ada 66 Laporan Polisi (LP) yang ditangani Satres Narkoba Polres Muara Enim," ujarnya Kasat Narkoba kepada media ini.

Lanjutnya, Burnani menjelaskan, dari 60 LP tersebut didapati pelaku laki laki sebanyak 70 orang dan 3 orang perempuan dengan total barang bukti yaitu sebanyak 327 gram sabu, 53 Gram Ganja dan 24 butir pil ekstasi.

Menururtnya, pada tahun ini tidak ada peningkatan signifikan bagi para pengedar maupun pemakai ya, dimana jumlahnya juga tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Disini kebanyakan adalah pemakai, dari 60 LP itu 80 persennya adalah pemakai, penjual atau bandar itu hanya yang kecil setelah kaki keempat," jelasnya.

Burnani menerangkan, pada saat dilakukan pengembangan kebanyakan terputus hanya sampai di bandar kaki ketiga karena setelahnya sudah tidak tahu identitas maupun alamatnya bandar besarnya.

"Kalau menurut keterangan para tersangka ini sebagian besar mereka dapat dari Pali, Muara enim hanya tempat beredarnya saja itupun sedikit, misalnya modalnya Rp10 Juta dibagi lagi dalam paket kecil, untungnya setelah dijual menjadi Rp 14 Juta ," terangnya.

Lanjutnya, sejauh ini tidak ada kasus yang menojol termasuk juga modusnya tidak ada yang baru, atau dengan cara lain dalam menjual dan memakai narkoba.

"Modusnya, ya si pembeli ini memesan ke bandar seperti biasa, dan jumlahnya juga tidak dalam jumlah besar. Untuk narkobanya juga tidak ada yang jenis baru, 70 persen masih sabu sabu," terangnya.

Menurut Burnani, penanganan kasus narkoba melalui jalur hukum harus bisa dihindari dengan upaya pencegahan karena dampaknya yang sangat luas. "Pertama dampak pidana jelas, kedua dampak bagi tubuh atau kesehatan termasuk mental ," tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, akan berefek kepada kejahatan lain apabila sudah candu, seperti pencurian dan sebagainya di samping itu juga pada zat adiktif Narkoba dapat merusak jaringan saraf tubuh yang dapat mengakibatkan kematian. "Terakhir tentu dampak sosial, yang awalnya baik menjadi buruk, tentunya sulit mendapatkan pekerjaan karena riwayat narkoba dan hukum itu sendiri," bebernya.

Oleh sebab itu, Burnani mengingatkan, hindarilah narkoba dan jangan sekalipun mencoba dan penasaran apalagi ikut ikutan.

"Awalnya ikut ikutan, lama lama beli sendiri, candu dan apabila semakin parah semua akan rusak kemudian bagi pengedar tentu nya pasti akan kami tindak tegas secara undang-undang berlaku ," pungkasnya.(ndi)

Kredit

Bagikan