Sultra Catat Pasien Sembuh dari COVID-19 Sebanyak 1.339 Orang

oleh -16 views
Kendari, KRsumsel.com – Tim SatuanTugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyampaikan bahwa pasien sembuh dari virus corona di provinsi itu bertambah menjadi 1.339 orang per 16 September 2020.
Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Sultra, La Ode Rabiul Awal di Kendari, Rabu, mengatakan hari ini data pasien sembuh di Sultra bertambah sebanyak 10 orang berasal dari tiga daerah, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe dan Muna Barat.

“Rincian kasus sembuh COVID-19 di Sultra hari ini Muna Barat dan Konawe masing-masing dua orang dan Kendari enam orang,” kata Rabiul.

Meskipun demikian, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara ini mengungkapkan bahwa hari ini Sultra mengalami penambahan kasus positif baru sebanyak 60 orang, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 menjadi 2.008 orang.

“Rincian kasus positif baru hari ini masing-masing empat orang dari (Kabupaten) Kolaka, Konawe Selatan dan Baubau, kemudian Bombana satu orang, Konawe dua orang, dan Kendari 45 orang,” ujar Rabiul.

Pria yang akrab disapa Dokter Wayong ini juga menyampaikan bahwa kasus meninggal di daerah Sulawesi Tenggara juga ada penambahan dua orang yakni perempuan (68) asal Baubau dan laki-laki (66) asal Kabupaten Konawe, sehingga jumlah kasus meninggal menjadi 44 orang.

Sebaran ke-44 kasus meninggal COVID-19 di Sultra, yakni Kota Kendari 18 orang, Kabupaten Muna tiga orang, Buton empat orang, Kolaka Utara dua orang, Buton Selatan satu orang, Kabupaten Konawe Selatan dua orang, Kolaka dua orang, Konawe jadi dua orang dan Kota Baubau jadi 10 orang.

“Sementara, pasien COVID-19 yang tengah menjalani perawatan isolasi maupun karantina di Sulawesi Tenggara sebanyak 625 orang,” ungkap Wayong.

Ia meminta seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas kebiasaan baru, selalu memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, sehingga bisa mencegah dan menekan angka kasus COVID-19 di provinsi itu. (Anjas)