Sebuah Penebusan ‘Dosa’ Jonatan Christie

oleh -90 pembaca

Jakarta, krsumsel.com – Jonatan Christie harus meladeni perlawanan ketat dari Li Shi Feng di final Piala Thomas. Jojo sempat kepayahan di set kedua, tapi bangkit di set penentu!
Indonesia mengunci Piala Thomas setelah mengalahkan China pada partai final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10) malam WIB. Tim Merah Putih sapu bersih dengan skor 3-0.

Anthony Ginting, Fajar/Rian, dan Jonatan Christie mampu menumbangkan lawan-lawannya. Namun Jonatan Christie, harus bermain tiga set karena perlawanan keras dari Li Shi Feng.

Baik Anthony Ginting dan Fajar/Rian, keduanya menang dua set langsung. Jonatan Christie sebenarnya memulai laga kontra Li Shi Feng dengan baik di set pertama, malah sempat unggul jauh 6-0 dan menutup set pertama dengan skor 21-14.

Di set kedua, kejutan terjadi. Giliran Li yang tanpa ampun memimpin jauh sampai bikin Jojo tertinggal 3-11.

“Set pertama saya bermain sangat baik, karena saya lihat Li sempat gugup,” terang Jojo dalam wawancara dengan Badminton Europe.

“Tapi di set kedua, saya sedikit lambat responnya di awal sehingga Li bisa memimpin jauh,” tambahnya.

Jonatan Christie dihadapi perlawanan keras dari Li (AP/Claus Fisker)
Set kedua ditutup dengan kemenangan Li Shi Feng 21-18. Barulah di rubber game, Jonatan Christie bisa kembali fokus.

Asisten pelatih tunggal putra PP PBSI, Irwansyah juga beberapa kali memberikan masukan. Satu hal yang harus diwaspadai Jojo adalah smash keras dari Li.

“Dia smash-nya bagus. Fokus ya Jo,” terangnya.

Di set ketiga, Jonatan Christie pun langsung panas. Jojo mampu meminimalisir kesalahan dan menebus ‘dosanya’ di set kedua.

“Okelah saya kehilangan set kedua, tapi jelang set ketiga saya siap bermain sampai 100 menit (seperti di semifinal lawan Denmark-red). Saya lebih percaya diri,” terangnya.

Akhirnya Jojo menutup set ketiga dengan kemenangan 21-14. Setelahnya, Piala Thomas it’s coming home ke Indonesia setelah pergi 19 tahun lamanya.(*)

SUMBER