Sebanyak 7.534 Lansia dan Guru di Babel Divaksin COVID-19

oleh -578 pembaca

Pangkalpinang, KRsumsel.com – Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan sebanyak 7.534 orang lanjut usia (lansia) dan guru tenaga pendidik telah menjalani vaksinasi sinovac tahap kedua, guna mengoptimalkan penanganan COVID-19 yang berkelanjutan.

“Vaksinasi tahap kedua ini difokuskan kepada petugas pelayanan publik guru dan lansia, guna meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat terhadap COVID-19,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan berdasarkan data terbaru, realisasi vaksinasi COVID-19 tahap kedua dimulai 1 Maret 2021 sudah mencapai 7.534 orang dengan rincian tenaga pendidik di sekolah sebanyak 6.684 orang atau mencapai 7,46 persen dari target 89.573 jiwa.

Selanjutnya, realisasi vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat lansia sebanyak 850 orang, atau terealisasi 1,07 persen dari target 79.288 jiwa tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

“Alhamdulillah, vaksinasi tahap pertama sudah mencapai 21.215 orang tenaga kesehatan, sebagai garda terdepan dalam menangani penyebaran virus corona ini,” ujarnya.

Menurut dia, meskipun vaksinasi COVID-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksin boleh mengabaikan protokol kesehatan.

“Bagaimana pun kita tetap harus menjaga diri dari potensi terpapar COVID-19 dan kemungkinan bahwa virus ini telah beradaptasi atau bermutasi, mengingat saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor, namun sudah terjadi kasus transmisi lokal yang cukup banyak,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, yang musti menjadi perhatian semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini, tak boleh lengah maupun panik, harus tetap awas, waspada dan juga peduli.

“Vaksinasi COVID-19, prokes seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta 3T (testing, tracing, dan treatment) merupakan satu rangkaian utuh yang tidak terpisahkan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya ini,” katanya. (Anjas)