Satreskrim Polrestabes Palembang Amankan Belasan Pelaku Pungli

oleh -698 pembaca

PALEMBANG, KRSUMSEL.com – Maraknya pelaku pungutan liar (Pungli) yang dilakukan sekelompok pemuda di kawasan jalan lintas perekonomian di kota palembang .

 

Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil mengamankan belasan pelaku Pungutan Liar (pungli) terhadap mobil truk di beberapa ruas jalan di kota Palembang, Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Baca Juga : Enam Pelaku Pungli Positif Narkoba

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi PS Kasat Reskrim, Kompol Edi Rahmat Hidayat menuturkan, tertangkapnya para pelaku ini dari informasi masyarakat dan media sosial (medsos).

 

“Dimana perbuatan para pelaku ini sangat meresahkan sehingga anggota kita melakukan tindakan terhadap mereka dengan membawa mereka ke Mapolrestabes Palembang untuk di proses secara hukum,” ujarnya, Kamis (12/11/2020).

Kombes Pol Anom menjelaskan, bahwa anggota Satreskrim dibagi menjadi dua Tim Opsnal Ranmor menyasar Jalan Yusuf Singadekane, tepatnya lampu merah flyover simpang Nilakandi dan Unit Pidum Tekab di Jalan Parameswara, simpang lampu merah macam lindungan, Kecamatan bukit kecil Palembang.

Dari 11 pelaku yang diamankan, lanjut Anom menuturkan, bahwa delapan orang berusia dibawah umur dan tiga orang sudah dewasa.

“Selain mengamankan para pelaku anggota kita turut mengamankan uang tunai hasil pemalakan, senjata tajam jenis pisau kecil, dan gitar sebanyak tiga buah,” katanya.

Adapun kesebelas pelaku yakni AR (15), SS (16), DA (17), RM (16), AN (16), AR (15), AW (14), IL (16), Dedi Wijaya (25), Alin Nursalin (55) dan Arizal (45).

“Atas ulahnya para pelaku kita ancam dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman penjara selama sembilan tahun penjara dan pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman penjara selama 10 tahun penjara,” tutup nya.

Sementara itu salah seorang pelaku AR (15) warga Jalan Paki Usman, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang yang membawa senjata tajam jenis pisau, mengatakan, kalau ia berdalih hanya ikut-ikutan saja untuk malak.

“Saya hanya ikut-ikutan saja pak. Dan biasaya saya bernyanyi dan meminta uang dengan tidak memaksa, kemudian uangnya saya gunakan untuk beli rokok dan makan,” tutupnya.