Pemprov Kalteng Terus Upayakan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

oleh -131 pembaca

Palangka Raya, KRsumsel.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan oksigen yang terus mengalami peningkatan di masa pandemi COVID-19.

 

“Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan oksigen serta obat-obatan yang diperlukan di masa pandemi ini,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Palangka Raya, Rabu.

 

Dalam hal ini pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta para distributor penyuplai oksigen.

 

Diketahui bersama, kebutuhan oksigen mengalami peningkatan, karena kasus penyebaran COVID-19 terus mengalami peningkatan.

 

Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng Nuryakin mengatakan, dalam penanganan ini juga telah terbentuk satuan tugas oksigen provinsi.

 

“Suplai oksigen untuk medis relatif terbatas, karena antara permintaan dengan persediaan tidak seimbang,” jelasnya.

 

Berdasarkan evaluasi pemprov, suplai untuk kebutuhan oksigen medis sebenarnya berjalan normal, hanya saja permintaannyalah yang mengalami lonjakan antara tiga hingga lima kali lipat.

 

Untuk RSUD Doris Sylvanus diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan oksigen hingga sekitar satu minggu, namun ada pula rumah sakit lain yang kemampuannya kurang dari satu minggu.

 

Inilah yang sedang ditetapkan polanya, diantaranya melalui sistem saling pinjam. Selain itu gubernur juga mengeluarkan kebijakan membeli tabung oksigen yang telah ditawarkan salah satu distributor dari wilayah Sidoarjo.

 

Kemudian langkah lainnya menyurati beberapa distributor dan yang melegakan salah satu distributor tersebut berupaya menyanggupi pemenuhan suplai oksigen daerah.

 

“Semoga melalui berbagai upaya ini kebutuhan oksigen di wilayah Kalteng khususnya di tengah peningkatan kasus COVID-19 bisa terus dipenuhi,” ungkapnya.

 

Selain itu pemerintah provinsi juga telah menyurati pemerintah pusat yang dalam hal ini adalah kementerian terkait, agar bisa mendukung penanganan kebutuhan suplai oksigen tersebut.

 

Lebih lanjut Nuryakin mengatakan, pihaknya juga telah meminta instansi terkait agar melakukan pengawasan di lapangan, guna mencegah penyimpangan terkait pemenuhan kebutuhan oksigen.(Anjas)