Pemkab Lebak Dorong Petani Milenial Tingkatkan Produksi Pangan

oleh -116 pembaca

Lebak, KRsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten mendorong petani milenial dapat meningkatkan poduksi pangan juga peningkatan ekonomi sehingga mampu menyerap tenaga kerja.

“Sebagai daerah agraris produksi pangan harus menjadikan peluang usaha guna memenuhi ketersediaan pangan dan ekonomi,” kata Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Kamis.

Pemerintah daerah mengapresiasi bahwa di tengah pandemi COVID-19 sektor pertanian meningkat, bahkan panen raya berlangsung sampai akhir April 2021.

Saat ini, kehadiran petani milenial berusia antara 20 sampai 40 tahun yang menggeluti bidang usaha pertanian, perkebunan dan peternakan terus meningkat.

Petani milenial di Kabupaten Lebak tumbuh dan berkembang, bahkan seorang bernama Rohmat (35) telah menjadi duta petani yang mampu ekspor gula semut ke mancanegara.

Begitu juga Herman (35), seorang duta petani dari Kecamatan Sajira dapat memenuhi kebutuhan telur unggas hingga Banten dan DKI Jakarta.

Petani milenial lainnya, Perdi (40) kini memasok kebutuhan umbi porang sebanyak 10 ton ke luar daerah.

Selama ini, para petani milenial memiliki keunggulan pada teknologi pertanian dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

Kebanyakan petani milenial di Kabupaten Lebak para alumni magang di Jepang dan mereka berinovasi serta mandiri dalam pengembangan usaha pertanian.

Selain itu juga mereka bisa mengembangkan pemasaran melalui digitalisasi jaringan aplikasi internet.

“Kita mendorong petani milenial itu mampu menyumbangkan kedaulatan pangan dan penyerapan lapangan pekerjaan,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Ketua Komunitas Petani Milenial Kabupaten Lebak Ucu Juhroni mengatakan petani milenial yang melanjutkan petani senior yang usianya di atas 55 tahun dan mereka tidak produktif dan di antaranya banyak pensiun.

Saat ini, jumlah petani milenial tercatat 400 orang dan mengembangkan pertanian pangan, hortikultura, palawija, peternakan, budi daya lebah madu dan perkebunan.

Pengembangkan pertanian tersebut, selain di lahan milik sendiri juga difasilitasi oleh pemerintah daerah untuk memanfaatkan lahan Perum Perhutani dan Perusahaan Swasta.

Sebagian petani milenial itu sudah mampu memproduksi komoditas pangan, hortikultura jenis tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan serta palawija jenis jagung dan umbi-umbian.

Selain itu juga madu lebah serta produksi gula semut dan gula aren dan minuman jahe hingga ekspor ke mancanegara.

“Kami melihat peluang usaha pertanian cukup besar untuk mendongkrak pendapatan ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan,” katanya menjelaskan.(Anjas)