Pemerintah Aceh Lakukan Pemerataan Mutu Pendidikan Hingga Pelosok

oleh -216 pembaca

“Gurunya sudah bersemangat, maka adik-adik juga harus lebih semangat sekolahnya. Karena kita sudah memiliki fasilitas yang memadai di sini. Di Pameu, Aceh Tengah, anak-anak harus belajar di balai desa untuk bisa bersekolah,” katanya.

 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Tamiang Bachtiar mengatakan SMA Negeri 1 Sekerak memiliki tiga rombongan belajar dengan jumlah siswa 60 orang berasal dari tiga desa. Setiap hari para siswa harus berjalan sekitar 5-10 kilometer untuk menuju sekolah.

 

“Jalan ini kalau hujan sering banjir dan berlumpur, jika musim panas jalannya berdebu. Kadang guru yang tinggal di seberang sungai tidak bisa lewat kalau hujan dan harus berhati-hati karena sangat licin,” katanya.

 

Ia mengakui bahwa tidak sama perjuangan antara guru yang berada di perkotaan dan daerah terpencil. Materi pembelajaran yang diajarkan juga harus disesuaikan dengan kemampuan siswanya.

 

Meski demikian, Aceh Tamiang secara umum memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik, hal tersebut terlihat dari jumlah lulusan yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri semakin meningkat setiap tahun.

 

“Ini semua berkat kerja sama yang baik antara para guru dengan kepala sekolah, sedangkan kita hanya mendorong penguatan program pendidikan melalui musyawarah kerja kepala sekolah untuk menuju ‘Aceh Carong’ (pintar),” katanya.(Anjas)