Pasien Sembuh dari COVID-19 di Bangka Barat Tambah 21 Jadi 2.295

oleh -82 pembaca

Mentok, KRsumsel.com – Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hari ini bertambah 21 orang sehingga menjadi 2.295 orang.

 

“Jumlah keseluruhan kasus warga yang terkonfirmasi positif selama pandemi COVID-19 berlangsung sebanyak 2.426 kasus dan saat ini 2.295 orang atau sekitar 94 persen sudah sembuh,” kata Juru Bicara Satgas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma di Mentok, Selasa.

 

Ia menjelaskan, sebanyak 21 orang yang dinyatakan sudah sembuh pada hari ini berasal dari Kecamatan Mentok dua orang, Simpangteritip satu orang, Jebus enam orang dan Parittiga 12 orang.

 

“Hari ini juga kami menerima laporan adanya tambahan kasus baru di dua kecamatan, yaitu Mentok tujuh orang dan Jebus dua orang sehingga total pasien yang masih wajib menjalani masa isolasi, karantina dan perawatan sebanyak 101 orang,” katanya.

 

Dari sebanyak 2.426 kasus yang ditemukan di Bangka Barat, 30 orang diantaranya meninggal dunia dan sebagian besar kasus pasien meninggal dunia karena memiliki penyakit penyerta dan lanjut usia.

 

Guna mengendalikan penyebaran virus agar tidak semakin meluas, Satgas meminta seluruh pihak dan pemangku kepentingan ikut berperan aktif sesuai tugas dan peran masing-masing sehingga metode pengendalian gotong royong dapat dimaksimalkan.

 

“Saat ini peran masing-masing pihak sudah cukup baik dan maksimal, semua elemen bahu membahu dalam pengendalian COVID-19,” ujarnya.

 

Selain upaya optimalisasi pencegahan, kata dia, saat ini Pemkab Bangka Barat juga sedang mengerjakan penambahan kapasitas wisma isolasi di Wisma Diklat Pemkab setempat agar nantinya bisa menampung semakin banyak pasien saat harus menjalani masa karantina.

 

“Kami juga secara berkala melakukan evaluasi pola PPKM skala mikro yang sudah diterapkan sesuai kondisi dan kebutuhan di beberapa desa dan kelurahan,” katanya.

 

Upaya-upaya pengendalian terus dilakukan baik dari regulasi, sistem dan pemberdayaan masyarakat untuk menekan dan mengendalikan COVID-19.(Anjas)