Persaingan Juara Dunia MotoGP sampai Titik Darah Penghabisan

user
Budiman 19 Oktober 2022, 08:06 WIB
untitled

Krsumsel.com - MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang akan jadi kesempatan pertama buat Pecco Bagnaia mengunci titel juara dunia musim 2022.

Pasalnya menuju MotoGP Malaysia, Pecco Bagnaia sudah unggul 14 poin dari Fabio Quartararo.


Mengingat MotoGP 2022 tinggal tersisa dua seri saja, maka Pecco Bagnaia bahkan punya kans besar untuk mengunci titel juara dunia di Sepang.

Apalagi performa Fabio Quartararo sedang buruk, khususnya empat balapan terakhir. Dalam kurun waktu itu, pembalap asal Prancis itu tidak finis sebanyak tiga kali.

Namun bisa saja, siapa pemenang juara dunia MotoGP 2022 akan ditentukan pada seri terakhir di Valencia.

Nah pada artikel kali ini, Bola.com mengajak pembaca mengenang lagi persaingan jadi juara dunia MotoGP yang harus ditentukan sampai seri terakhir. Mereka harus bersaing sampai titik darah penghabisan.


Momen Juara Dunia Nicky Hayden di MotoGP 2006
Jika ada persaingan jadi juara dunia MotoGP yang berlangsung begitu ketat, maka salah satunya pada musim 2006. Kala itu, Valentino Rossi, juara dunia MotoGP musim 2001-2005 harus saling sikut melawan Nicky Hayden.

Puncak persaingan keduanya harus ditentukan pada lomba putaran terakhir di Sirkuit Valencia. Menuju lomba ini, Rossi yang sedang memimpin klasemen sejatinya hanya harus finis kedua atau lebih baik.

Semua seperti berjalan lancar sampai kualifikasi untuk Rossi yang kala itu berstatus pembalap pabrikan Yamaha.

Dia bahkan meraih pole position yang artinya memulai lomba dari urutan pertama. Sementara Hayden hanya start dari baris kedua, posisi lima.

 
Kesalahan demi Kesalahan Rossi
Namun entah kenapa, kesalahan demi kesalahan terus dilakukan Rossi sepanjang lomba. Dia menjalani start dengan begitu buruk sehingga turun ke urutan tujuh.

Hayden sendiri sempat turun ke posis enam, tapi bisa bangkit dan berada di urutan kedua. Momen puncak pada lomba ini terjadi ketika Rossi terjatuh di lap kelima.

Rossi kehilangan kendali bagian depan motornya dan tergelincir. Dia memang bisa melanjutkan lomba. Tapi pembalap asal Italia itu hanya finis urutan 13.

Sebaliknya, Hayden memanfaatkan kesalahan sang rival dengan finis posisi ketiga. Lewat hasil ini, maka Hayden ditahbiskan diri sebagai juara dunia MotoGP 2006. Dia mengungguli Rossi dengan selisih poin hanya lima.


Hayden Emosional
Selepas finis, dengan membawa bendera negaranya, Amerika Serikay, Hayden terlihat begitu emosional.

Dia menangis sejadi-jadinya. Dia seperti tidak percaya bisa menjadi juara dunia. Karena pembalap berjuluk 'Kentucky Kid' itu sadar betul sebelum lomba Valencia, kans dirinya jadi juara sangat kecil.

"Jujur saja saya bahkan belum tahu apa yang terjadi sampai akhirnya menyentuh garis finis," kata Hayden kala itu.

"Sangat menyenangkan bisa mengalahkan pembalap seperti Rossi. Karena ia memang rival sebenarnya. Ini membuat gelar saya semakin berarti," tambahnya.


Kegagalan Valentino Rossi di MotoGP 2015
Kegagalan Valentino Rossi menjadi juara dunia MotoGP 2015 juga jadi momen dramatis. Karena ia memimpin klasemen hampir di seluruh musim dan baru lengser di seri terakhir Valencia.

Penyebab awalnya adalah insiden senggolan dengan Marc Marquez yang membuat Rossi mendapat hukuman start terakhir di balapan terakhir MotoGP Valencia.

Valentino Rossi masih unggul tujuh poin atas rival terdekatnya Jorge Lorenzo menuju seri pamungkas MotoGP 2015 di Valencia.

Namun, The Doctor harus menerima kenyataan start dari grid paling belakang karena mendapat hukuman terkait insiden senggolan dengan Marc Marquez pada seri sebelumnya di Sepang, Malaysia.

Perjuangan Rossi semakin berat karena Lorenzo start dari pole position. Namun, Rossi pantang menyerah. Saat lomba, dia mengerahkan segenap kemampuan hingga akhirnya finis keempat.

Namun, aksi sensasional itu belum cukup bagi Rossi untuk meraih titel ke-10 sepanjang karier karena Lorenzo finis terdepan dan merengkuh mahkota juara ketiganya.(*)

 

 

 

 

SUMBER

Kredit

Bagikan