3 Penyebab Persib Terpuruk di Awal Musim BRI Liga 1 2022 / 2023: Bukan Sekadar Masalah Cedera

user
budiman 10 Agustus 2022, 08:18 WIB
untitled

Bandung, krsumsel.com - Pada laga perdana Persib ditahan imbang Bhayangkara FC dengan skor akhir 2-2, Minggu (24/7/2022). Kemudian, pekan kedua tumbang dari Madura United dengan skor 1-3, Sabtu (30/07/2022).

Hasil buruk melawan Madura United sangat menyakitkan bagi Persib. Sebab, kekalahan didapat saat Persib bermain di depan ribuan Bobotoh yang memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Tren negatif Persib berlanjut di pekan ketiga saat bertemu Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (7/8/2022). Persib takluk dengan skor telak 1-4.

Dengan kekalahan ini, Persib terpuruk di zona merah dengan menghuni posisi ke 17. Tim besutan Robert Alberts tersebut hanya mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan.

Apa Penyebab Krisis Persib?

Pencapaian Persib di awal musim ini mendapat kritikan tajam dari Bobotoh. Suporter Persib ini bahkan mendesak pelatih Robert Alberts angkat kaki karena gagal mengangkat perfoma tim kebanggaannya.

Terpuruknya Persib musim ini seharusnya tidak terjadi. Mengingat, Persib merupakan tim besar dengan bermaterikan pemain mewah di setiap lininya.

Bola.com coba memberikan analisis beberapa faktor Persib terpuruk di awal musim. Apa saja?

1. Badai Cedera

Jelang bergulirnya Liga 1, sejumlah pilar andalan Persib tumbang karena mengalami cedera. Kondisi ini membuat juru taktik Robert Alberts berpikir keras untuk menyeimbangkan tim.

Beberapa pemain yang mengalami cedera adalah Teja Paku Alam, Victor Igbonefo, Ciro Alves, Febri Hariyadi dan Ricky Kambuaya. Absennya mereka di awal musim tentunya berpengaruh terhadap kekuatan tim.

Robert Alberts coba menurunkan pemain pelapis seperti Fitrul Dwi Rustapa, Robi Darwis dan Erwin Ramdani untuk mengisi kekosongan. Namun, penampilan mereka masih belum optimal.

Febri Hariyadi dan Ricky Kambuaya sempat turun dipekan ketiga melawan Borneo FC. Akan tetapi, kehadiran keduanya belum bisa memberikan efek positif terhadap permainan Persib.

Lini Belakang Keropos

Perfoma pertahanan Persib musim ini menjadi sorotan. Hal ini tak lepas dari sembilan gol yang bersarang ke gawang Persib dari tiga pertandingan.

Duet Nick Kuipers dan Rachmat Irianto di lini belakang belum cukup ampuh untuk menahan gempuran tim lawan. Komunikasi lini belakang tidak berjalan dengan baik.

Catatan negatif lini belakang Persib berbanding terbalik dengan musim lalu. Di mana, Maung Bandung jadi satu-satunya tim yang punya pertahanan terbaik di Liga 1.

Pada musim tersebut, Persib hanya kebobolan 22 gol dari 34 pertandingan.

Strategi Mudah Terbaca

Permainan Persib terkesan monoton sehingga mudah dibaca tim lawan. Maka tak heran, kreativitas serangan yang dibangun Marc Klok dan kawan-kawan kerap mentok.

Pengamat sepakbola, Mohamad Kusnaeni melihat para pemain Persib terlihat kesulitan ketika akan mengalirkan bola. Penyebabnya karena lawan sudah lebih dulu mengantisipasi.

"Jadi sudah mentok dengan strategi yang sama, ketika lawan sudah membaca tidak ada perubahan yang signifikan sewaktu strateginya mentok," kata Kusnaeni saat dihubungi wartawan belum lama ini.

Selain itu, dia mengatakan pelatih Robert Alberts harus bisa memaksimalkan pemain yang ada di tengah badai cedera yang menerpa Persib.

"Kalau 11 pemain utama Persib main, bisa dibandingkan dengan tim manapun. Tapi pertandingan bukan hanya tentang 11 pemain, bahkan bukan hanya 18 pemain. Karena yang harus didaftarkan itu ada 30 pemain," tambahnya.(*)

SUMBER

Kredit

Bagikan