Nuansa Religi yang Kental, Kuatkan Mental WBP Lapas Banyuasin

oleh -151 pembaca

BANYUASIN.KRSusmel.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin melalui program Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah terus berperan aktif memperdalam ilmu agama. Seperti yang terlihat pada hari ini, Selasa (08/06), mereka mendapat pembelajaran baca tulis Al Quran dilanjutkan dengan kajian Akidah Akhlak.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin Ronaldo Devinci Talesa mengatakan, kegiatan pembinaan di ponpes sengaja digencarkan agar para WBP setelah kembali ke lingkungan masyarakat memiliki nilai lebih dan berubah menjadi manusia yang berakhlak.

 

“Dari sekian banyak kasus yang dialami para WBP adalah kasus yang memang perlu pembinaan mental melalui pendidikan kerohanian agama. Apalagi mayoritas penghuni di Lapas Banyuasin beragama Islam,” jelasnya

 

Ronaldo menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari di masjid Nurul Hidayah Lapas Banyuasin mulai dari Pukul 10:00 sampai menjelang zhuhur. Materi yang diberikan berbeda tiap harinya. Hal ini agar WBP akan semakin banyak mendapatkan ilmu

 

“Materi yang diberikan mulai dari Kajian Fikih Ibadah, Tauhid dan Akidah Akhlak. Selain itu juga WBP diajarkan membaca Al Quran mulai dari Iqra. Ada juga belajar tahsin, tajwid bahkan tahfiz Quran. Hafalan doa dan wirid. Setiap malam tadarus bersama dan setiap malam jumat kita selalu menggelar pembacaan surah yasiin,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Ronaldo mengatakan pihaknya juga terbantu dengan ada nya salah satu warga binaan yang memiliki kemampuan berdakwah dan ilmu yang cukup baik dalam bidang agama.

 

“Bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih dalam hal membaca Al Quran serta pemahaman tentang Agama Islam, maka diberikan kesempatan untuk mentrasfer ilmu kepada yang belum bisa,” pungkasnya.

 

Di samping itu, WBP belajar ilmu agama dengan semangat. Salah satunya WBP atas nama Permadi. Menurutnya, nuansa religi di Lapas Banyuasin sangat kuat. Semua WBP disini merasakan dibina dengan mengedepankan ilmu Agama sebagai upaya memperbaiki mental menjadi pribadi yang lebih baik.

 

“Alhamdulillah selama saya berada disini hati menjadi lebih tenteram. Lingkungan disini mendukung saya untuk lebih taat beribadah kepada Allah SWT. yang mana ini sulit saya dapatkan saat berada di luar,” ungkapnya.(Yan)