Pemkab Sarankan Produsen Tahu di Kulon Progo Ubah Strategi Penjualan

user
Elisatri Putri 09 November 2022, 11:18 WIB
untitled

Krsumsel.com - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta meminta perajin industri kecil tahu dan tempe di wilayah ini mengubah strategi penjualan supaya tetap berproduksi dan bertahan meski harga kedelai tembus Rp14 ribu per kilogram.

Penjabat Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana di Kulon Progo, Rabu (9/11) mengatakan, tingginya harga kedelai di luar kemampuan pemerintah daerah dalam mengendalikan karena kedelai diimpor.

"Kami minta pedagang tetap berjualan meski bentuknya tipis-tipis. Kami yakin tidak akan berlangsung lama. Kami yakin hanya berlangsung antara 4-6 bulan. Jangan sampai pedagang menarik diri dari profesinya,"kata Tri Saktiyana.

Ia mengatakan, kedelai dibayar dengan dollar, bukan rupiah. Ketika kurs rupiah masih belum beranjak kurang dari Rp14 ribu, harga kedelai masih mahal. Ketika rupiah melemah, barang-barang impor akan mengalami goncangan harga. Ia berharap produsen tahu dan tempe di Kulon Progo mulai mengubah strategi penjualan supaya tetap berproduksi dan bertahan.

"Kami yakin pedagang di Kulon Progo sudah mengalami berkali-kali dan kuat serta akan tetap eksis,"katanya. Sementara itu, perajin tahu di Desa Ngentakrejo, Suhadi mengatakan harga kedelai masih berkisar Rp14 ribu per kilogram untuk pembelian dalam jumlah banyak. Sedangkan harga kedelai dengan pembelian sedikit berkisar Rp15 ribu per kilogram.

"Sampai kapan harga kedelai tetap tinggi? Pembeli banyak yang mengeluh ukuran kecil dan sedikit,"katanya. Ia mengatakan, produksi tahu juga mengalami penurunan, dari satu kuintal per hari menjadi 75 kilogram per hari.

"Kami masih menyesuaikan permintaan tahu di pasar. Nanti kalau pembeli sudah terbiasa dengan kondisi ukuran tahu diperkecil dan sedikit lebih mahal, permintaan kembali naik,"katanya.(net)

Kredit

Bagikan