320 Pejabat di Pemkot Surabaya Dirotasi

user
Elisatri Putri 13 Oktober 2022, 13:24 WIB
untitled

Krsumsel.com - Walikota Surabaya Eri Cahyadi merotasi dan melantik 320 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawasan dan fungsional di lingkungan Pemkot Surabaya di Graha Sawunggaling, Kamis (13/10).

Walikota menjelaskan, ada beberapa alasan para pejabat yang dilantik ini perlu dilakukan rotasi. Pertama, untuk mendekatkan dengan rumahnya masing-masing karena pelayanan itu bisa maksimal kalau pejabat itu didekatkan dengan rumahnya atau wilayahnya.

"Kemarin ada salah satu pejabat yang sebenarnya pintar, tapi karena rumah dan tempat kerjanya jauh, makanya mungkin kurang maksimal memberikan pelayanan. Nah, saya ingin pelaksanaan pelayanan publik itu lebih efektif dan efisien, makanya kami dekatkan rumahnya dengan tempat kerjanya,"kata Eri.

Kedua, pelayanan publik itu harus berhenti di kelurahan, berhenti di kelurahan dan harus berhenti di kelurahan ke depannya. Berarti, kalau si pejabat ini dekat antara rumah dan tempat kerjanya, maka dia akan semakin maksimal dalam memberikan pelayanan kepada warga Surabaya.

"Dengan cara itu, saya berharap mereka bisa menciptakan inovasi-inovasi dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyejahterakan warga Kota Surabaya. Makanya dalam rotasi ini kita dekatkan mereka ke rumahnya masing-masing,"ujar dia.

Ketiga, untuk memberikan suasana yang baru. Sebab sejak awal, Eri sudah menyampaikan para pejabat itu harus dirotasi untuk meningkatkan kemampuannya. Menurut dia, kalau sudah 5 tahun berada di suatu jabatan, biasanya bosen, makanya inilah waktunya untuk dirotasi atau diputar.

"Jadi, ini salah satu caranya untuk meningkatkan dan menaikkan kemampuan manajerial mereka supaya lebih baik lagi ke depannya. Apalagi, syarat untuk menjadi kepala dinas dan camat itu harus pernah memimpin di beberapa tempat, dan inilah saatnya. Intinya, kalau dia di kecamatan terus tidak bisa, karena dia tidak pernah memegang anggaran besar, makanya perlu perlu dirotasi,"kata dia.

Selain itu, Walikota juga menyampaikan pesan khusus yang perlu dicamkan para pejabat Pemkot dan pesan itu berulang kali disampaikan pada saat pelantikan itu.

Para pejabat itu adalah warga Kota Surabaya. Pemkot Surabaya adalah jubah, rumah bagi para pejabat itu. Bahkan para pejabat itu menangis, bersedih dan bahagia dengan mengatasnamakan Pemkot Surabaya. Sedangkan pendapatan para pejabat itu berasal dari pajak warga Kota Surabaya.

"Berarti kalau ada masalah di bawah, jangan pernah mengatakan bahwa nantinya akan disampaikan kepada Pemkot Surabaya,"kata dia. Bagi Eri, pelayanan publik itu kalau ada masalah warga disuruh duduk, dan pejabat itulah yang mencoba menghubungi dinas, tidak lagi disuruh keliling ke dinas-dinas. Oleh karena itu, Eri meminta ke depannya semua pelayanan harus berhenti di kelurahan.(net)

Kredit

Bagikan