DPRD Kediri Desak OJK Dampingi Korban Tabungan Raib

user
Elisatri Putri 13 Oktober 2022, 12:31 WIB
untitled

Krsumsel.com - DPRD Kabupaten Kediri Jawa Timur mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendampingi warga yang menjadi korban pencurian data sehingga uang tabungannya yang disimpan di bank raib.

Perwakilan dari Komisi I DPRD Kabupaten Kediri Masykur Lukman mengemukakan, OJK sebagai lembaga yang berwenang harus mendampingi warga yang menjadi korban itu. "Saya minta dampingi nasabah sampai masalahnya tuntas. Kalau kesalahan sistem bank, harus diganti,"katanya di Kediri, Kamis. (13/10).

Ia mengungkapkan, dua korban yang uangnya hilang mengadu ke DPRD Kabupaten Kediri. Satu korban kehilangan uang sekitar Rp20 juta, sedangkan satu korban lagi sekitar Rp177 juta.

Untuk korban yang kehilangan tabungan sekitar Rp20 juta, dikatakan adalah kesalahan nasabah. Hal itu dari analisa BRI yang mengatakan nasabah memberikan informasi data pribadi berupa password hingga nomor OTP.

Namun dirinya menjelaskan, nasabah tidak bisa disalahkan sepihak, sebab nasabah tahunya melakukan transaksi dengan bank dan bukan yang lain. Pihaknya memberikan waktu 14 hari untuk mendapatkan progres terbaru dari kasus kehilangan uang tabungan itu.

Ia juga mengapresiasi warga yang berani mengadukan masalah pencurian tabungan ini. Dimungkinkan ada warga lain yang juga menjadi korban, tapi bingung melapor atau sudah lapor dan belum ada jawaban yang seperti diinginkan.

Indri Tri Wahyuni, salah satu korban yang mengadu mengatakan dirinya awalnya sempat mendapatkan kiriman uang dari suami. Namun, setelah dicek ternyata tabungan miliknya justru raib. Awalnya, ada transaksi uang tabungan sebesar Rp99,9 juta keluar.

Mengetahui itu, dirinya segera mengadu ke BRI, tempat ia menyimpan uangnya. Dan, setelah lakukan pengecekan ternyata total uang yang sudah keluar hingga sekitar Rp177 juta. Uang itu dikirim ke berbagai bank hingga uang elektronik.

Dirinya juga sudah meminta penjelasan dari BRI terkait dengan menjadi korban pencurian dan justru dijawab bahwa transaksi sudah sesuai. Padahal, dirinya tidak melakukan transaksi tersebut. "Saya berharap uang itu kembali. Saya juga sudah lapor ke Polres Kediri,"kata Tri Wahyuni.

Murdi Hantoro, suami dari korban yang kehilangan tabungan sekitar Rp20 juta mengatakan istrinya itu sebelumnya sempat mendapatkan informasi untuk pembaruan sistem di BRImo. Tanpa curiga, istrinya itu mengikuti permintaan hingga akhirnya diminta nomor OTP dan diberikan.

Namun beberapa detik kemudian, justru ada informasi uang keluar dengan nominal beragam hingga terkumpul sekitar Rp20 juta. "Istri mencoba untuk melapor untuk memblokir ternyata kalah cepat dengan penarikan dana. Saat laporan untuk blokir kan diminta data-data, saat itu uangnya sudah keluar habis sekitar Rp20 juta,"kata Murdi.(net)

Kredit

Bagikan