Pabrik Tahu di Sukabumi Hanyut Disapu Banjir Sungai

user
Elisatri Putri 10 Oktober 2022, 13:08 WIB
untitled

Krsumsel.com - Pasca gempa bermagenetudo (M) 5,5 yang berpusat di Kabupaten Bayah Banten pada Minggu, (9/10) Sungai Cibareno tiba-tiba meluap yang mengakibatkan 2 rumah dan 1 pabrik pembuatan tahu hanyut di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Jabar terbawa arus sungai yang tengah banjir.

"Selain yang terbawa hanyut ada 1 rumah warga yang rusak dan belasan lainnya terendam, namun kami belum menerima laporan adanya korban jiwa pada kejadian ini,"kata Kapolsek Cisolok AKP Aguk di Sukabumi, Senin (10/10).

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, 2 rumah serta 1 pabrik tahu yang hanyut tersebut berada di Kampung Cilumayan RT 01/09 Desa Pasirbaru Kecamatan Cisolok. Kemudian 1 rumah yang rusak berada di Kampung Bantarkalapa RT 04/10 Desa Pasirbaru.

Sementara, untuk belasan rumah yang terendam tersebar di Kampung Bantarkalapa dan Cilumayan. Tidak hanya perumahan warga yang terendam tetap beberapa fasilitas lainnya ikut terendam seperti SDN Sudalarang di Kampung Bantarkalapa dan sawah sekitar tiga hektare terendam air Sungai Cibareno yang meluap.

Menurut Aguk, hingga saat ini personelnya masih berada di lokasi banjir bandang untuk memantau perkembangan kondisi bencana, dan hingga saat ini debit dan arus Sungai Cibareno masih tinggi.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Pasir Baru Hidayah menambahkan, ada sekitar 66 kepala keluarga (KK) yang terancam rumahnya hanyut terbawa arus Sungai Cibareno yang meluap tersebut.

Sebenarnya, pihaknya telah mengajukan proposal pembangunan tanggul sebagai antisipasi jika kembali terjadi banjir bandang bisa meminimalisasikan dampaknya. Proposal pembangunan itu telah diajukan mulai ke Pemkab Sukabumi, Pemprov Jabar hingga pemerintah pusat sejak 2022 lalu namun belum ada realisasinya hingga saat ini.

Akibatnya setiap terjadi banjir, air sungai pasti merendam permukiman warga bahkan sejumlah rumah hanyut terbawa arus Sungai Cibareno. Bahkan pada kali ini pasca-gempa Banten, tidak ada tanda-tanda Sungai Cibareno akan meluap, bahkan luapan sungai kali ini merupakan yang terbesar dalam 15 tahun terakhir.

"Pembangunan tanggul harus menjadi prioritas karena seperti kejadian sekarang ada 450 jiwa dari 160 KK yang terancam keselamatannya, untuk antisipasi yang tidak diinginkan kami terus bersiaga sampai air benar-benar surut serta mengimbau warga untuk selalu waspada,"tambahnya.(net)

Kredit

Bagikan