Golkar: Siapa yang Mampu Jegal Anies?

user
krsumsel 31 Agustus 2022, 09:22 WIB
untitled

Krsumsel.com - Pernyataan politikus Demokrat Andi Arief yang mengaku mendengar upaya menjegal pencalonan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden direspons Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia. Dia mempertanyakan siapa pihak yang mampu menjegal Anies.

"Jadi tidak ada lah ya yang berniat. Siapa yang mampu jegal?" kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8).

Doli menuturkan, pencalonan pilpres saja belum resmi. Semua partai pun termasuk Demokrat tengah membangun komunikasi dengan partai politik lain.

"Makanya. Sekarang di mana penjegalannya? Pencalonan Pilpres dilakukan definitifnya nanti resmi di KPU. Nah sejauh ini memungkinkan siapa saja mencalon dan dicalonkan jadi saya lihat termasuk Demokrat juga bangun komunikasi dengan parpol lain," ujar Doli.

Ketua Komisi II DPR RI ini bilang, masing-masing partai politik memiliki independensi untuk membangun koalisi dan menentukan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Ini masing-masing parpol punya independensi sendiri dan masyarakat punya pilihan sendiri dan parpol juga punya kesempatan bangun koalisi dengan yang lain semua masih sangat terbuka," kata Doli.

Cuitan Andi Arief

Diberitakan, Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan dalam sebuah cuitan di akin twitter pribadinya @Andiarief_ bahwa ada pihak yang berusaha menjegal Anies sebagai calon presiden (capres) 2024. Namun, Andi tidak merinci pihak yang bermanuver tersebut.

"Saya mendengar demikian (upaya menjegal Anies jadi Capres)," kata Andi saat dikonfirmasi soal cuitannya tersebut, Minggu (28/8).

Andi lantas menyinggung ucapan Jokowi yang meragukan tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi sudah didukung oleh parpol. Dia menegaskan, Presiden bukan pihak yang menentukan seseorang bisa dicalonkan menjadi Capres. Keputusan soal Capres ada di partai politik.

"Siapa yang paling berhak bicara calon dengan elektabilitas tinggi belum tentu dicalonkan? Bukan Presiden, tapi pengambil keputusan di partai," tutup Andi. (merdeka.com)

Kredit

Bagikan