Bupati Kapuas Hulu Berlakukan Aktivitas Perkantoran dari Rumah

user
elisa 07 Desember 2021, 09:00 WIB
untitled

Putussibau, KRsumsel.com -

Bupati Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Fransiskus Diaan menyatakan 50 persen aktivitas di lingkungan Pemkab setempat akan dikerjakan dari rumah, menyusul adanya klaster baru kasus COVID-19 dari perkantoran.

"Saya sudah tandatangani Surat keputusan terkait pemberlakuan aktivitas perkantoran dari rumah," kata Fransiskus Diaan, saat menghadiri Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kapuas Hulu di Patussibau, Selasa.

Fransiskus menyampaikan sebaran COVID-19 di Kapuas Hulu sudah cukup meningkat dan mengkhawatirkan, sehingga perlu kesadaran semua pihak untuk membantu pemerintah dalam penanganan COVID-19.

Menurut dia, saat ini ada sejumlah pegawai perkantoran yang positif COVID-19, seperti di lingkungan kerja Badan Keuangan Daerah (BKD) Kapuas Hulu, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian serta di Bagian Umum Sekretariat Pemkab Kapuas Hulu.

"Semua sedang dilakukan tracking menyeluruh agar yang terpapar cepat diketahui dan tidak meluas," jelas Fransiskus.

Fransiskus menyebutkan sebaran COVID-19 di Kapuas Hulu cukup tinggi, sehingga perlu menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kapuas Hulu dan Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Diponegoro Putussibau, terkait kesiapan penanganan medis terkait kasus COVID-19.

"Tempat tidur pasien dan oksigen mesti menjadi perhatian serius dan perlu adanya penambahan," pinta Fransiskus.

Selain kesiapan penanganan di rumah sakit, Fransiskus juga mendorong kegiatan vaksinasi harus terus digalakkan, karena dengan vaksinasi salah satu upaya mengurangi tingkat kematian karena sebaran COVID-19.

"Vaksin itu meningkatkan daya tahan tubuh kita, apabila ada terpapar COVID-19 dengan vaksin tidak akan muncul gejala berat yang menyebabkan kematian," jelas Fransiskus.

Dijelaskan Fransiskus, pasien COVID-19 yang dirawat inap di rumah sakit rata-rata mengalami gejala berat, karena belum di vaksin.

"Makanya kami minta ikuti program vaksinasi mumpung masih gratis dan vaksin itu sangat bermanfaat meningkatkan data ketahanan tubuh, vaksin tidak menjamin tidak tertular COVID-19, akan berbeda antara yang sudah vaksin dan yang belum ketahanan tubuhnya," kata Fransiskus.(Anjas)

Kredit

Bagikan