CI Dorong Peningkatan Pemahaman Pemandu Raja Ampat Tentang Konservasi

user
elisa 08 Oktober 2021, 09:00 WIB
untitled

Sorong, KRsumsel.com - Conservation International (CI) Indonesia bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam mendorong peningkatan pemahaman pemandu wisata lokal Raja Ampat tentang konservasi dengan mengadakan pelatih kelas konservasi.

Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Priwen Raja Ampat pada 7-9 Oktober 2021 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemandu wisata lokal Raja Ampat tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di destinasi wisata yang sebagian besar berada di kawasan konservasi.

BHS Tourism and Capacity Building Manager Conservation International Indonesia, Meidiarti Kasmidi di Kampung Priwen, Kamis mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan kelas konservasi bagi pemandu wisata ini agar memberikan pengetahuan serta mengenal lebih dekat apa itu konservasi.

Serta ekosistem di laut dan juga di hutan yang perlu jaga. Berdiskusi bersama tentang apa itu pariwisata berkelanjutan dan bagaimana mewujudkan pariwisata berkelanjutan itu.

Dikatakan bahwa kelas konservasi ini juga agar pemandu wisata bisa menjalankan peran bagaimana memberikan informasi kepada wartawan tentang satwa yang dilindungi serta keanekaragaman hayati yang tidak boleh diganggu.

"Serta bagaimana mengontrol perilaku wisatawan di destinasi yang sebagian besar di kawasan konservasi agar tidak merusak ekosistem alam setempat," ujarnya.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Raja Ampat, Ranny Iriani Tumundo yang memberikan keterangan terpisah, memberikan apresiasi terhadap kegiatan pelatihan kelas konservasi bagi pemandu wisata lokal Raja Ampat.

Menurutnya, pelatihan tersebut sangat penting agar pemandu wisata semakin banyak memahami tentang aturan-aturan di kawasan konservasi sebab sebagian besar destinasi wisata Raja Ampat ada di kawasan konservasi.

"Sehingga ketiga mendampingi wisatawan pemandu wisata tersebut sudah tahu apa yang harus dilakukan sehingga wisatawan tidak merusak ekosistem alam di kawasan konservasi," tambah dia.(Anjas)

Kredit

Bagikan