Pemkab Kediri Permudah Pelayanan Perizinan Berusaha

user
elisa 07 Desember 2021, 10:00 WIB
untitled

Kediri, KRsumsel.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur memberikan kemudahan pelayanan perizinan berusaha, termasuk penjemputan saat berkeliling kecamatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kediri Eko Sujatmiko mengatakan, saat ini sudah ada aplikasi Online Single Submission (OSS) yang bisa diakses oleh pelaku usaha sendiri.

“Melalui sistem OSS, semua perijinan akan terintegrasi, sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara pusat dan daerah. Dengan aplikasi OSS ini, masyarakat bisa mengurus perijinan sendiri dari handphone dan lebih cepat,” ujar Eko Sujatmiko, dalam Kediri, Senin.

Ia menambahkan, penggunaan aplikasi OSS diakui lebih cepat. Namun masyarakat dituntut untuk cerdas dalam menggunakan aplikasi OSS.

Pemkab Kediri Permudah Pelayanan Perizinan Berusaha

Penggunaan sistem juga didasarkan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Hak Cipta, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Izin Usaha Berbasis Risiko, dan PP Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Izin Usaha di Daerah, saat ini pemerintah sedang memfasilitasi perizinan.

“Sesuai instruksi Mas Dhito (Bupati Kediri), kami didorong untuk memberikan kemudahan perizinan kepada dunia usaha,” ujarnya.

Eko Sujatmiko, salah satu yang mengaku terbantu dengan program yang diberikan pemkab. Ia mengaku bingung saat ditanya soal email tersebut. Sesuai dengan persyaratan, untuk pengisian aplikasi OSS harus disertai dengan email pendaftaran untuk mendapatkan kode verifikasi, username dan password.

Seperti terlihat dalam dinas keliling di Kabupaten Perbatasan, Senin. Banyak orang yang tidak memiliki email, petugas akhirnya harus membuatkan email pemohon terlebih dahulu. Ternyata, setelah memiliki email, dan memasukkan data, kurang dari 20 menit Nomor Induk Bisnis (NIB) berhasil diproses.

Eko Sujatmiko menambahkan, izin usaha yang sebelumnya berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan harus diperbarui setiap lima tahun, kini diubah menjadi NIB. Perbedaannya, NIB ini berlaku selama pelaku usaha melakukan kegiatan usaha.

“Dengan memiliki NIB, banyak keuntungan yang didapat pelaku usaha, karena usaha tersebut terdaftar dan memiliki kepastian hukum,” kata Eko.

Kedepannya, ia berharap pelayanan keliling tidak hanya berhenti di kantor kecamatan tetapi juga sampai ke pelosok desa yang jauh dari pusat kantor pelayanan. Selain itu, karena pengelolaannya berbasis teknologi informasi (TI) ke depan, ada program penguatan personel TI di desa.

Ahmad Sodik, salah satu warga yang mengurus NIB merasakan manfaat memiliki layanan mobile. Warga Dusun Pakisaji Desa Duwet Kecamatan Wates Kabupaten Kediri menilai pelayanan petugas ramah dan cepat.

“Kebetulan saya ngurus NIB karena saya punya usaha toko. Alhamdulillah cepat juga. Mudah-mudahan dengan NIB, kalau ada program bantuan bisa ikut daftar,” kata Ahmad Sodik.(Anjas)

Kredit

Bagikan